Breaking News:

Virus Corona di Banten

Pemkab Lebak akan Perbanyak Tracing Covid-19, Target 2.810 Orang Satu Hari

Febby mengatakan transparansi data kasus Covid-19 adalah sangat penting untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 secara mendadak seperti terjadi di

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
iStockphoto/Elenabs via Kompas.com
Ilustrasi aplikasi pelacak Covid-19 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Pemerintah Kabupaten Lebak akan memperbanyak penelusuran kontak erat atau contact tracing terhadap pasien Covid-19 untuk mempercepat penanganan kasus Covid-19 di wilayahnya.

Pemkab Lebak menargetkan tracing terhadap 2.810 orang dalam satu hari atau minimal 100 orang setiap kecamatan.

Kepala BPPD Kabupaten Lebak sekaligus Satgas Covid-19 Kabupaten Lebak, Febby Rizky Pratama mengatakan pihaknya akan transparan terhadap data kasus aktif di wilayahnya.

"Kami akan melakukan terus-menerus tracing. Dan perlu teman-teman ketahui, kmai tidak akan memainkan statistik atau data terkait penyebaran Covid-19," ujarnya saat ditemui di Rangkasbitung, Kamis (22/7/2021).

Baca juga: Mulai Senin, Pasien Covid-19 Isoman di Kabupaten Serang Dapat Layanan Kosultasi Gratis

Baca juga: Satgas Covid-19 Beberkan Penyebab Utama Pandeglang Mendadak Zona Merah

Febby mengatakan transparansi data kasus Covid-19 adalah sangat penting untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 secara mendadak seperti terjadi di wilayah lain di Provinsi Banten.

"Karena beberapa daerah itu mereka ada yang mencoba memainkan data untuk keluar dari level sebaran Covid. Mereka mencoba melakukan tracing atau testing itu di daerah yang dimana dalam kecamatan tersebut tingkat kasusnya rendah," tuturnya.

Kepala BPPD Kabupaten Lebak sekaligus Satgas Covid-19 Kabupaten Lebak, Febby Rizky Pratama, saat ditemui di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Kamis (22/7/2021).
Kepala BPPD Kabupaten Lebak sekaligus Satgas Covid-19 Kabupaten Lebak, Febby Rizky Pratama, saat ditemui di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Kamis (22/7/2021). (TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan)

Selain tracing, Pemkab Lebak juga akan memperbanyak tes atau testing Covid-19 dengan tes swab antigen maupun PCR di wilayah dengan jumlah kasus Covid-19 rendah, seperti di Kecamatan Sobang. 

"Sebenarnya bisa saja saya melakukan swab tes massal kepada masyarakat di sana dan hasilnya akan negatif dan secara tidak langsung akan naik datanya. Akan tetapi, hal tersebut tidak mewakili polulasi," jelasnya.

Baca juga: 1.242 Warga Lebak Jalani Isolasi Mandiri, 200 Paket Obat Gratis dan Vitamin Mulai Dibagikan

Baca juga: Pemkab Serang Pinjamkan Rumah Dinas Sekda kepada Rumah Sakit Kencana untuk Merawat Pasien Covid-19

Ia menambahkan, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menginginkan pendataan penyebaran kasus Covid-19 di Lebak dilakukan secara transparan dan ditutup-tutupi ke masyarakat.

Apalagi Kabupaten Lebak sebelumnya sempat masuk zona merah karena tingginya kasus Covid-19 hingga membuat tigkat keterisian tempat tidur pasien Covid-19 di Lebak mencapai 90 persen.

Namun, upaya pencegahan dan penanganan yang dilakukan bersama membuat Lebak kembali ke zona kuning.

"Jadi, kita tidak mau seperti itu, karena itu tidak menggambarkan data penyebaran kasus di kita," katanya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved