Breaking News:

Virus Corona di Banten

NIK Invalid, 18.138 Calon Penerima Bansos di Lebak Terancam Tak Dapat Bantuan

Sebanyak 18.138 warga di Kabupaten Lebak terancam tidak mendapatkan bantuan sosial dari Pemerintah Kabupaten Lebak.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
Ist
Bantuan sosial (bansos) sembako untuk warga terdampak Covid-19 dari Kementerian Sosial. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Sebanyak 18.138 warga di Kabupaten Lebak terancam tidak mendapatkan bantuan sosial dari Pemerintah Kabupaten Lebak.

Hal ini, karena belum sinkron data kependudukan dengan data yang ada dimiliki Pemerintah Lebak.

Berdasarkan data yang diperoleh TribunBanten.com, temuan data invalid itu setelah dilakukan
perbaikan serta penginputan data pihak Dinas Sosial Lebak dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia.

"Semua warga itu menyerang ke kami semua, kenapa saya kemarin dapat sekarang tidak padahal yang memutuskan itu dari pusat," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi Dinsos Lebak, Aap Sujana, Kamis (22/7/2021).

Baca juga: PPKM Level 3 hingga 25 Juli, Dinsos Lebak Bakal Salurkan 2.100 Paket Sembako untuk Warga

Baca juga: Cerita PKL di Lebak Terdampak PPKM: Makan Sepiring Berdua hingga Kibarkan Bendera Putih di Gerobak

Dia menjelaskan, pada saat awal verifikasi, sebanyak 309.107 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang seharusnya diperbaiki dengan mensinkronkan antara data operator Dinsos dengan Disdukcapil Lebak.

Berdasarkan data yang ada sebanyak 173.261 data sesuai atau padan dengan data di Dukcapil.

Sebanyak 1.215 warga yang terverifikasi sebelumnya ditemukan telah meninggal dunia.

Selain itu, sebanyak 27.337 data yang ada disarankan untuk di hapus lantaran tak tervalidasi serta 2.514 warga belum mempunyai KTP Elektronik.

Pihaknya telah memperbaiki data dengan Disdukcapil agar memastikan NIK masyarakat Lebak dalam keadaan aktif, online dan padan dengan data disdukcapil. Sehingga nantinya akan terintegrasi oleh Kemensos RI.

Permasalahan tidak tervalidasinya para warga di sistem kami itu dikarenakan 18.138 NIK warga tidak aktif dan online, kan kita di daerah ini semuanya langsung terintegrasi langsung dengan Kemensos RI," katanya saat ditemui di Dinsos Lebak.

Baca juga: Pedagang Kaki Lima di Lebak Makan Sepiring Berdua Hingga Kibarkan Bendera Putih

Baca juga: Jauh dari Terget, Vaksinasi Dosis Pertama di Lebak Hanya 60 Ribu dari Target 900 Ribu Orang

Ia menerangkan sejak awal DTKS dilakukan pihaknya sudah mengusulkan kepada pihak kementerian agar data perbaikan NIK warga dapat langsung di proses untuk nantinya dapat di integrasikan dengan data Kemensos RI.

Pihaknya memahami bagaimana perasaan masyarakat Kabupaten Lebak yang kecewa dengan hal tersebut.

Namun apabila tidak diperbaiki sejak saat ini, maka bantuan sosial dari Kementerian Sosial tidak akan turun sama sekali.

Sampai saat ini Dinsos dan Disdukcapil Lebak masih memperbaiki data yang tidak padan tersebut.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved