Breaking News:

PPKM

Pedagang Kaki Lima di Lebak Makan Sepiring Berdua Hingga Kibarkan Bendera Putih

Ia memperoleh pendapatan sekitar Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribu per hari sebelum adanya PPKM Darurat.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Eriwati (30), seorang pedagang es teh manis melayani pembeli di depan RSUD Dr Adjidarmo Rangkasbitung, Lebak, Rabu (21/7/2021). 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Pemerintah Kabupaten Lebak menerapkan PPKM Darurat Level 3 di wilayahnya mulai 21 sampai 25 Juli 2021 setelah berakhirnya PPKM Darurat

Keputusan itu mengacu pada Instruksi Mendagri Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 Covid-19 di Jawa-Bali.

Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi tingkat penyebaran Covid-19 lebih besar mengingat masih tingginya kasus Covid-19.

Sejumlah pedagang memberikan tanggapan berbeda mengenai adanya PPKM Level 3 yang merupakan PPKM Darurat di Kabupaten Lebak ini.

Eriwati (30), seorang pedagang es teh manis di depan RSUD Dr Adjidarmo Rangkasbitung, mengaku pasrah atas dampak yang bakal terjadi dari perpanjangan PPKM ini.

Bahkan, dia sampai mengibarkan bendera putih di gerobak dagangannya. Bendera putih itu disebut sebagai bentuk menyerah dengan keadaan yang menimpa dirinya dan pedagang lain.

Baca juga: Kota Cilegon Berlakukan PPKM Level 4, Helldy: Ruang Rawat Pasien Covid-19 Ditambah

Ia mengaku pendapatannya menurun drastis selama PPKM Darurat di Lebak.

Ia memperoleh pendapatan sekitar Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribu per hari sebelum adanya PPKM Darurat.

Namun, pemasukannya menurun drastis setelah adanya PPKM Darurat menjadi Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu per hari.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved