Breaking News:

Dendam dengan Orangtua, Warga Cipeucang Bunuh Korban Secara Sadis, Jasad Ditinggal di Tengah Sawah

Polres Pandeglang mengamankan Kalil (64) pelaku pembunuhan Suganda (50) warga Desa Koncang, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/MARTEENRONALDOPAKPAHAN
Polres Pandeglang berhasil mengamankan Kalil (64) salah satu pelaku pembunuhan sadis terhadap Suganda (50) warga Desa Koncang, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (28/7/2021) pada pukul 15.50 WIB. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Polres Pandeglang mengamankan Kalil (64) pelaku pembunuhan Suganda (50) warga Desa Koncang, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (28/7/2021).

Pelaku diamankan di sawah yang tak jauh dari lokasi pembunuhan. Korban pertama kali ditemukan dalam posisi telentang sudah tidak bernyawa bersimbah darah di gubuk.

Penemuan mayat itu membuat warga di Desa Koncang, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, Banten geger.

Korban pertama kali ditemukan Husen (25) saat hendak mengantarkan makanan.

Setelah menerima informasi pembunuhan itu, aparat kepolisian melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Setelah mendapatkan barang bukti dan keterangan dari para saksi, pelaku diketahui masih memiliki ikatan saudara dengan korban.

Baca juga: Polisi Menangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Suganda di Sawah, Tidak Jauh dari Tempat Kejadian

Baca juga: Buronan Penyok Pelaku Penyerangan Polisi di Cilandak Ditangkap, Terlibat Pembunuhan di Usia 17 Tahun

Kapolres Pandeglang, AKBP Hamam Wahyudi mengatakan berdasarkan keterangan dan pemeriksaan, pelaku tega menghabisi nyawa korban lantaran dendam.

"Motifnya karena dendam lama sekitar 15 tahun lalu yang dimiliki oleh pelaku terhadap orangtua korban yang telah lama meninggal. Lalu pelaku pun melampiaskan kepada anaknya yakni Suganda dengan menghabisi nyawa korban pada saat di hari itu," kata dia saat ditemui di Mapolres Pandeglang, Kamis (29/7/2021).

Menurutnya, terdapat beberapa kesalahpahaman terhadap pelaku dan korban serta rasa sakit hati yang terus menerus mengiang di kepala pelaku untuk membalaskan dendam tersebut kepada korban.

Kemudian tepat pada hari Senin (26/7/2021), korban yang pada saat baru saja datang tengah duduk di dalam gubuk dan pelaku pun tanpa basa-basi langsung menyabetkan senjata tajam ke bagian tubuh korban sebanyak 10 kali.

"Murni lantaran masalah dendam dan juga ada permasalahan lainnya seperti masalah listrik milik pelaku yang digunakan korban, namun dibayar tidak sesuai dengan pemakaian serta pelaku juga sering diremehkan oleh korban," terangnnya.

Atas perbuatannya pelaku pun mengaku menyesal dengan perbuatan yang dilakukan oleh dirinya.

Akibat hal tersebut pelaku disangkakan pasal 338 KUHP jo 340 KUHP tentang pembumuhan berencana dengan hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved