Virus Corona di Banten

Cerita Tukang Gali Kubur Jenazah Covid-19 di Tangsel, Sempat Takut tapi

Makmur (47), penggali kubur di Tempat Pemakaman Umum TPU Jombang Ciputat Tangerang Selatan, menceritakan pengalaman menjadi tukang gali makam.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
warta kota/ikhwana mutuah mico
Makmur alias Japong, penggali makam di TPU Jombang, sedang bersantai menunggu kedatangan jenazah Covid-19, Jumat (30/7/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Makmur (47), penggali kubur di Tempat Pemakaman Umum TPU Jombang Ciputat Tangerang Selatan, menceritakan pengalaman menjadi tukang gali makam.

Semula, dia sempat takut
karena harus bertugas memakamkan jenazah Covid-19. Dia takut terinfeksi virus tersebut.

Bang Japong, panggilan akrabnya, menceritakan dirinya sudah menjadi tukang gali kubur dari sebelum TPU Jombang hanya menjadi TPU untuk masyarakat umum.

Tugas sehari-harinya tetap sama, walaupun saat Covid-19 jenazah yang dimakamkan lebih banyak.

Selain menjadi tukang galu makam, Japong juga merawat makam seperti memasang rumput, menyirami, juga menjaga kebersihan makam.

Karena banyaknya orang yang di makamkan di TPU Jombang dalam beberapa pekan terakhir, maka terlihat banyak makam yang masih polos.

Makam Covid-19 saat ini masih belum diperbaiki, masih dalam bentuk gundukan tanah merah dan papan yang polos, ini nantinya akan menjadi tugasnya untuk merawat makam-makam tersebut.

Makam-makam ini nantinya akan diperbaiki atau dipercantik seperti makam sebelumnya.

"Kita bagusin semua ini, kita koordinasikan dengan pihak makam, dan keluarga mau dibagusin apa engga," ujarnya.

Baca juga: Cerita Anak-anak Divaksinasi Covid-19 di SMAN 2 Serang: Deg-degan hingga Telapak Kaki Dingin

Baca juga: Cerita Dokter Puskesmas Tanah Tinggi Hadapi Lonjakan Pasien Covid, Sampai Bikin Tenda di Halaman

Untuk memperbaiki makam juga ia tak punya hak untuk langsung memperbaiki, harus sesuai dengan kemauan keluarga mendiang atau ahli waris dari yang dimakamkan di TPU ini.

Dari ratusan makam di TPU ini ada juga yang tidak menengok keadaan makam, hal itu bukan berarti pihak makam dan dirinya tak mau mengurusi makam tersebut, tak dibedakan ia tetap akan mengurusi makam agar tidak terbengkalai.

Nantinya makam di sini akan diratakan dan diberikan rumput agar sama dengan makam-makam yang sudah ia rawat sebelumnya.

"Kita hubungi keluarganya dulu, kalau katanya tak mampu, tetap kita pasangkan rumput," jelasnya.

Untuk masalah berapa biaya ia tak bisa menyebutkan pastinya karena sudah ada administrasinya tersendiri, ia mengungkapkan dirinya hanya menjalankan tugas yang diberikan untuk merawat makam-makam ini.

Sebagai penggali kubur ia mendapatkan gaji melalui sistem borongan, tapi kalau untuk gaji perawatan ia mendapatkan pembagian gaji dari kantor TPU Jombang ini.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved