Bacaan Doa Malam Satu Suro 2021, Doa Awal Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 H

Simak bacaan doa malam satu Suro dalam penanggalan Jawa, yang bertepatan dengan tahun baru Islam 1 Muharram 1443 H.

Editor: Vega Dhini
muslimobsession.com
Ilustrasi - Berdoa di malam 1 Suro. 

TRIBUNBANTEN.COM - Bulan penuh kemuliaan, yaitu bulan Muharram 1443 H akan segera tiba.

Bulan Muharram menandai awal tahun baru Islam 1443 H.

Saat tahun baru Islam 1 Muharram 1443 H, ada sejumlah amalan yang dianjurkan untuk umat Muslim.

Beberapa amalan tersebut antara lain doa akhir dan awal tahun, hingga puasa Tasu'a dan Asyura.

Tahun Baru Islam atau 1 Muharram
Tahun Baru Islam atau 1 Muharram (Freepik)

Puasa Asyura sendiri adalah puasa sunnah yang dilakukan pada 10 Muharram.

Pada tahun ini, 10 Muharram 1443 H jatuh bertepatan pada Kamis 19 Agustus 2021 mendatang.

Selain mendapatkan ganjaran pahala, melaksanakan puasa Asyura ternyata juga baik untuk kesehatan tubuh.

Beberapa manfaat puasa Asyura antara lain bisa meningkatkan sensitivitas insulin, pemperbaiki pola makan, meningkatkan metabolisme dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, puasa Asyura juga bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah, menurunkan berat badan, mengatur hormon rasa lapar hingga meningkatkan fungsi otak.

Sementara itu dalam tradisi Jawa, tahun baru Islam juga berbarengan dengan malam Satu Suro atau awal tahun baru Jawa.

Tahun ini, malam Satu Suro jatuh pada Senin 9 Agustus 2021, setelah waktu maghrib.

Baca juga: Keutamaan dan Amalan Sunnah Bulan Muharram, Lengkap dengan Doa Akhir dan Awal Tahun 1443 H

Baca juga: Link Twibbon Kartu Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 H, Cocok Dibagikan ke Instagram

Baca juga: Manfaat Puasa Asyura untuk Kesehatan Tubuh, Dilaksanakan pada 10 Muharram 1443 H/19 Agustus 2021

Baca juga: Amalan-amalan saat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 H Lengkap dengan Niat Puasa Tasua dan Asyura

Ilustrasi - Berdoa.
Ilustrasi - Berdoa. (Freepik.com)

Dikutip TribunPontianak dari Kemendikbud, kalender jawa pertama kali diterbitkan oleh Raja Mataram Sultan Agung Hanyokrokusumo 1940 tahun yang lalu, mengacu penanggalan Hijriyah (Islam).

Di sejumlah daerah di Pulau Jawa, Masyarakat Jawa masih tetap dijalani dengan laku atau lampah bathin dan prihatin.

Malam satu Suro yang sangat lekat dengan budaya Jawa, biasanya terdapat ritual tradisi iring-iringan rombongan masyarakat atau kirab.

Beberapa daerah di Jawa merupakan tempat berlangsungnya perayaan malam satu Suro.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved