News
Profil Pemimpin Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar, Pernah ke Indonesia dan Disambut Jusuf Kalla
Berikut ini profil pemimpin Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar yang tiba di Afghanistan pada Selasa (17/8/2021) setelah 20 tahun dalam pengasingan.
Baradar menjadi satu-satunya pemimpin Taliban yang secara pribadi ditunjuk sebagai wakil oleh Omar, sebelum Omar meninggal.
Baca juga: Taliban Beri Amnesti Massal Untuk Pegawai Pemerintah Afghanistan, Minta Bekerja Seperti Biasa
Ia jauh lebih banyak terlihat dibanding pemimpin tertinggi Taliban saat ini, Maulawi Hibatullah Akhunzada, yang diyakini bersembunyi di Pakistan.
Baradar ditangkap oleh otoritas Pakistan di Karachi pada 2010.
Ia kemudian ditahan di Pakistan.
Namun, pada 2018, atas permintaan Amerika Serikat (AS), Baradar dibebaskan dan dipindahkan ke Doha, Qatar.
Mengutip Times of Israel, dari situlah Baradar ditunjuk sebagai kepala kantor politik Taliban dan mengawasi penandatanganan perjanjian penarikan dengan AS.
Pada Februari 2020, ia hadir selama penandatanganan Perjanjian Doha, di mana AS akan menarik pasukannya.
Sebagai imbalannya, Taliban berjanji untuk tidak membiarkan ekstremis menggunakan Afghanistan sebagai pangkalan untuk menyerang AS atau sekutunya.
Pernah Datang ke Indonesia
Pada 2019 lalu, Baradar pernah datang ke Jakarta, Indonesia.
Kedatangan Baradar saat itu diumumkan oleh juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid.
Baca juga: Fakta Taliban Kuasai Afghanistan-Ratusan Warga Serbu Bandara Hingga Presiden Kabur Bawa Banyak Uang
Dilansir Tribunnews, kedatangan Baradar ke Jakarta dalam rangka menghadiri Konferensi Ulama dan Cendekiawan Muslim, di mana Indonesia menjadi tuan rumah.
Baradar saat itu disambut Jusuf Kalla yang masih menjabat sebagai Wakil Presiden, di rumah dinasnya.
Janji Taliban pada Rakyat Afghanistan
Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, akhirnya muncul setelah bertahun-tahun menjadi sosok misterius.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/pemimpin-taliban.jpg)