Sempat Menghilang dari Youtube, Deddy Corbuzier Akui Kondisinya Kritis & Hampir Kehilangan Nyawa

Deddy Corbuzier sempat vakum dari channel YouTube miliknya karena mengalami badai sitokin usai dinyatakan negatif dari Covid-19.

Tayang:
Tribunnews/Herudin
Presenter Deddy Corbuzier saat menggelar jumpa pers terkait pelaksanaan seminar kebangsaan, di Jakarta, Selasa (6/8/2019). Seminar yang diadakan Kementerian Perhubungan dan Lemhanas bertajuk Bergandengan Tangan Membangun Negeri, Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan akan digelar di Hall Basket Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu (7/8/2019). 

TRIBUNBANTEN.COM - Beberapa waktu lalu Deddy Corbuzier sempat vakum dari channel YouTube miliknya.

Rupanya YouTuber yang juga pembawa acara itu mengalami badai sitokin usai dinyatakan negatif dari Covid-19.

Deddy Corbuzier pun mengaku kecewa pada dirinya sendiri karena harus mengalami hal tersebut.

"Saya kecewa pada diri saya, karena orang seperti saya bisa ada di kondisi seperti itu, dengan semua yang sudah," ujarnya dikutip dari Tribunnews.com, Minggu (22/8/2021).

Ia mengaku kaget ketika mengetahui bahwa dirinya mengalami badai sitokin usai terpapar Covid-19.

"Badai sitokin ini masa kritis dimana hidup atau mati, itu yang sebenernya terjadi saya harus menghilang sebentar," bebernya.

Baca juga: Terima Tantangan Deddy Corbuzier untuk Turunkan Berat Badan 20 Kg, Igun: Aku Nggak Lihat Uangnya

Deddy masih belum bisa menerima kenyataan bahwa dirinya yang bugar bisa berada di kondisi yang kritis.

"Saya kaget dengar badai sitokin karena itu bisa menyebabkan orang meninggal, saya dikasih tahu bahwa ini masuk momen badai sitokin," terang

"Akhirnya saya gak diizinkan pulang (harud dirawat)," katanya.

Beberapa waktu lalu, Deddy Corbuzier mengumumkan bahwa dirinya akan vakum sesaat dari dunia YouTube, saat itu Deddy tak menjelaskan alasannya.

Rupanya, ia sempat terpapar Covid-19 beberapa hari dan kemudian jatuh sakit lagi setelah dinyatakan negatif.

Mengenal badai sitokin

Virus corona baru yang memiliki nama resmi SARS-CoV-2 dianggap dapat menyebabkan badai sitokin pada paru-paru pasien yang terinfeksi virus tersebut.

Kondisi itulah yang disebut-sebut dapat menyebabkan kematian pada pasien Covid-19.

Penanggungjawab Logistik dan Perbekalan Farmasi RSUP Dr. Kariadi Semarang, Mahirsyah Wellyan TWH., S.Si., Apt., Msc., menjelaskan badai sitokin atau cytokine strom merupakan reaksi berlebih sistem kekebalan tubuh.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved