Modus Bimbingan Skripsi, Oknum Dosen IAIN Kediri Lecehkan Mahasiswinya, Dicopot dari Jabatan Kaprodi
Kabarnya pelecehan dilakukan oleh seorang oknum dosen, MA terhadap mahasiswinya.
Penulis: Amanda Putri Kirana | Editor: Yudhi Maulana A
TRIBUNBANTEN.COM - Kasus dugaan pelecehan seksual terjadi di kampus IAIN Kediri, Jawa Timur.
Kabarnya pelecehan dilakukan oleh seorang oknum dosen, MA terhadap mahasiswinya.
Bahkan kejadian ini sempat viral di media sosial setelah korban menceritakan apa yang dialami kepada sejumlah rekannya.
Melansir TribunKediri.com, pihak kampus telah membenarkan kejadian pelecehan seksual itu.
Mulanya, hanya ada satu mahasiswi yang melapor menjadi korban MA ke Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Kediri.
Namun diduga korbannya lebih dari satu mahasiswi.
Adapun bentuk pelecehan yang dilakukan dosen MA mulai dari meremas tangan hingga menyenggol bagian sensitif korban.
Tak hanya secara langsung, MA juga tak segan melakukan pelecehan verbal kepada korban melalui chat WhatsApp.
Baca juga: Niko Al Hakim Buka Suara Soal Dirinya Tak Gubris Kasus Dugaan Video Pelecehan: Gue Ngedrop
Kepala PSGA IAIN Kediri, Sardjuningsih mengatakan, pelecehan seksual salah satunya terjadi pada pertengahan dan akhir bulan Juli 2021.
Pelaku melaksanakan aksinya tersebut di rumahnya saat memberikan bimbingan skripsi pada korban.
"PSGA langsung menindaklanjuti karena korbannya mau lapor," kata Sardjuningsih.
Selanjutnya PSGA melaporkan kejadian tersebut kepada Rektor IAIN Kediri.
"Kemudian rektor telah bersikap," jelasnya.
Sardjuningsih mengatakan, MA rupanya juga menjabat sebagai ketua program studi (kaprodi).
Hingga saat ini, menurut Sardjuningsih, baru ada satu korban yang telah melapor pada PSGA IAIN Kediri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ilustrasi-pelecehan-seksual-dan-kekerasan-seksual.jpg)