Tantang Mahasiswa Kembangkan Potensi di Kampus Merdeka, Nadiem Makarim: Keluar dari Zona Nyaman!

Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi mempunyai program Kampus Merdeka.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Tribunnews/Jeprima
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim memberikan kata sambutan usai serah terima jabatan (sertijab) di Gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019). Nadiem Makarim resmi ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Pendidikan Tinggi (Mendikbud Dikti) pada Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. 

TSG adalah acara tahunan yang mempertemukan Tanoto Scholars dari seluruh Indonesia dan Singapura, di mana mereka diberi kesempatan untuk berjejaring, membangun tim, dan bertemu dengan para Pendiri dan Dewan Pembina Tanoto Foundation.

TSG 2021 diikuti sebanyak 232 peserta yang merupakan Tanoto Scholars dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Andalas (UNAND), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Riau (UNRI), Universitas Sumatera Utara (USU), Institut Pertanian Stiper
(INSTIPER) Yogyakarta, Politeknik Teknologi Kimia Industri Medan, Politeknik Negeri Medan, Politeknik ATI Padang, Institut Teknologi Del, National University of Singapore (NUS), dan Nanyang Technological University (NTU).

Tanoto Scholars adalah mahasiswa yang terpilih untuk mengikuti program kepemimpinan dan beasiswa TELADAN dari Tanoto Foundation. Pendaftaran TELADAN 2022 untuk mahasiswa semester satu dari sembilan universitas mitra Tanoto Foundation sedang berlangsung sampai tanggal 30 September 2021.

Baca juga: Cerita Siswa SMPN 7 Kota Cilegon Ikut Sekolah Tatap Muka: Pasang Alarm Agar Bangun Pagi

Baca juga: Pemkab Pandeglang Anggarkan Rp 104 Juta untuk Pembangunan Empat Toilet di Sekolah

Anderson Tanoto mengatakan Tanoto Scholars yang ada di sini bisa mulai berkontribusi dengan langkah berikut, satu perhatikan lingkungan kita sendiri.

"Apa yang sedang dibutuhkan? Ada masalah apa di sana? Kedua, mulai dengan apa yang kita punya. Mungkin bisa bisa membantu mengajar anak-anak di lingkungan rumah, atau membagikan ilmu atau informasi di sosial media. Ketiga, kita bisa membantu lewat informasi dan akses," tuturnya.

"Apakah ada orang yang kesulitan tapi tidak mendapatkan bantuan? Keempat, optimisme adalah realisme yang baru. Bagikan kebaikan kita supaya orang lain terinspirasi,” kata dia

Dilanjutkan Satrijo Tanudjojo, CEO Global Tanoto Foundation, jika TSG 2021 yang diadakan bertepatan dengan bulan peringatan 40 tahun berdirinya Tanoto Foundation menjadi penanda komitmen Tanoto Foundation untuk menumbuhkan generasi pemimpin muda masa depan.

"Kami harap Tanoto Scholars yang hadir dapat mendapatkan banyak pelajaran dan perspektif baru dari berbagai pembicara dan juga berjejaring dengan sesama peserta agar mereka mendapatkan bekal sebagai pemimpin masa depan," ujarnya.

Selain itu, dia berharap sepulangnya dari TSG 2021, Tanoto Scholars mendapatkan semangat baru untuk terus berkarya dan berkontribusi di tengah semua tantangan yang sedang kita alami.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved