Tantang Mahasiswa Kembangkan Potensi di Kampus Merdeka, Nadiem Makarim: Keluar dari Zona Nyaman!

Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi mempunyai program Kampus Merdeka.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Tribunnews/Jeprima
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim memberikan kata sambutan usai serah terima jabatan (sertijab) di Gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019). Nadiem Makarim resmi ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Pendidikan Tinggi (Mendikbud Dikti) pada Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. 

TRIBUNBANTEN.COM - Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi mempunyai program Kampus Merdeka.

Melalui program Kampus Merdeka, Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim, mengajak mahasiswa belajar langsung di dunia nyata sekaligus memberi dampak positif pada lingkungan.

"Keluar dari zona nyaman, keluar dari kolam renang akademia dan masuk ke lautan terbuka dan belajar di situ,” kata Nadiem, dalam acara Tanoto Scholars Gathering 2021, pada Rabu (1/9/2021).

Baca juga: Kisah Moti Manusia Silver Terjaring Razia, Lagi Ngelamun Pengen Sekolah, Tersadar Sudah Diangkut

Baca juga: Cerita Siswa SMK 2 Rangkasbitung di Hari Pertama PTM: Lupa Jalan ke Sekolah, Malah ke Tongkorongan

Menurut dia, mahasiswa harus memiliki keberanian untuk mengambil risiko, apalagi mengingat usia yang masih muda dan kesempatan yang ditawarkan melalui program Kampus Merdeka.

"Inilah waktunya untuk mengambil risiko, inilah waktunya untuk menantang diri sendiri," kata dia.

Dia menjelaskan mengambil risiko itu dengan cara berteman dengan orang dari latar belakang dan punya perspektif berbeda.

"Untuk mengambil mata kuliah yang sulit, atau mencoba untuk mengikuti program di luar kampus," tuturnya.

Salah satu program itu yaitu Tanoto Scholars yang hadir mewujudkan Kampus Merdeka yang menitikberatkan pada pembelajaran dunia nyata atau project-based learning.

Tanoto Scholars Gathering 2021 mengusung tema “Learn and Lead: 40 Years of Creating Impact” dimulai pada Rabu 1 September hingga Kamis 2 September 2021.

TSG 2021 dibuka dengan keynote speech dari Anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation Anderson Tanoto yang berbagi mengenai nilai-nilai keluarga Tanoto dan juga tips praktikal untuk Tanoto Scholars agar bisa menjadi pemimpin yang berkontribusi bagi masyarakat.

Pada hari pertama TSG 2021, Tanoto Scholars menghadiri sesi berikut, “Merdeka Belajar - Kampus Merdeka, Membangun Kreativitas dan Inovasi” oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, Rektor Universitas Sumatera Utara, Muryanto Amin, dan Chairwoman Yayasan Anak Bangsa Bisa, Monica Oudang.

“Membangun Kreativitas dan Inovasi: Merangkai Nilai Kebangsaan dan Budaya Indonesia dengan Modernitas” oleh musical dan visual storyteller, Alffy Rev “Youth Leadership and Contribution to Society” oleh aktor dan aktivis lingkungan, Nicholas Saputra, dan aktris Rachel Amanda Aurora.

Baca juga: Mulai September, Sekolah di Banten Sudah Bisa Gelar Pembelajaran Tatap Muka, Ini Syaratnya

Baca juga: Belajar Tatap Muka di Cilegon Dimulai, Masih Banyak Orangtua yang Khawatir dan Lanjut Sekolah Daring

Pada hari kedua TSG 2021 menghadirkan Satrijo Tanudjojo selaku CEO Global Tanoto Foundation dalam panel “Grit to Great” dan Basrie Kamba selaku Direktur Asia Pacific Rayon (APR) dalam panel “Green Fashion, Green Generation”.

Selain itu, peserta TSG 2021 juga diajak dalam kunjungan virtual ke berbagai tempat operasional mitra Tanoto Foundation seperti APRIL Group, APR, Restorasi Ekosistem Riau, Asian Agri, dan Apical.

Untuk menutup rangkaian acara TSG 2021, penyanyi dan penulis lagu Ardhito Pramono akan tampil untuk menghibur Tanoto Scholars.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved