Breaking News:

Virus Corona

Benarkah Data Kependudukan Warga di Aplikasi Pedulilindungi Bocor? Ini Penjelasan Kemenkes

Pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan penjelasan soal dugaan kebocoran data terkait penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

Editor: Glery Lazuardi
Tangkapan Layar
Tangkapan Layar Aplikasi PeduliLindungi 

TRIBUNBANTEN.COM - Pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan penjelasan soal dugaan kebocoran data terkait penggunaan aplikasi
PeduliLindungi.

Terdapat sejumlah informasi tidak benar yang tersebar luas di media sosial.

Pertama, menurut Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi terkait penyalahgunaan data vaksinasi Presiden Joko Widodo.

Dia memastikan hingga saat ini, tidak ada bukti kebocoran data pribadi di aplikasi PeduliLindungi.

Nadia menjelaskan, ada pihak-pihak tertentu yang memiliki informasi NIK dan tanggal vaksinasi COVID-19 milik Presiden dan digunakan untuk mengakses sertifikat vaksinasi milik Presiden.

"Jadi ini adalah penyalahgunaan identitas orang lain untuk mengakses informasi pihak yang tidak terkait. Bukan kebocoran data," kata Nadia dalam keterangannya, Sabtu 4 September 2021.

Baca juga: Waduh! NIK Presiden Joko Widodo Tersebar di Media Sosial, Indonesia Darurat Kebocoran Data

Dia pun mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan aplikasi PeduliLindungi karena data pribadi seluruh masyarakat Indonesia dijamin aman sesuai undang-undang yang berlaku.

Selain itu, aplikasi PeduliLindungi juga telah melewati proses IT security assessment yang ketat oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Berikutnya, lanjut Nadia, terkait dugaan jual beli sertifikat vaksin ilegal yang terkoneksi dengan sistem PCare dan aplikasi PeduliLindungi, menurutnya, berdasarkan investigasi pihak Polda Metro Jaya, pelaku menyalahgunakan wewenangnya sebagai staf Tata Usaha di salah satu kantor kelurahan di Jakarta untuk mengakses ke sistem aplikasi PCare sehingga dapat membuat sertifikat vaksin dan terkoneksi dengan aplikasi PeduliLindungi, tanpa melalui prosedur yang benar dan tanpa perlu melakukan vaksinasi.

Ia pun kembali memastikan, kejadian ini bukanlah kebocoran data, melainkan bentuk penyalahgunaan wewenang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved