Breaking News:

Guru Madrasah di Pandeglang Hanya Bergaji Rp 50 Ribu Per Bulan, Dindikbud Beberkan Fakta Sebenarnya

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang Sutanto menjelaskan soal guru madrasah menerima upah Rp 50 ribu per bulan.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
Kompas.com/Nurwahidah
Ilustrasi uang 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang Sutanto menjelaskan soal guru madrasah menerima upah Rp 50 ribu per bulan.

Menurut dia, Rp 50 ribu per bulan itu merupakan pemberian dalam bentuk hibah dan bantuan yang diberikan kepada para guru di madrasah.

"Terkait gaji itu memang benar, tetapi itu hanya sebatas hibah yang diberikan dari pemda yang sifatnya stimulan," kata dia saat dihubungi, Rabu (8/9/2021).

Dia menjelaskan, kebijakan pemberian hibah dan bantuan untuk guru madrasah itu berada di bawah kewenangan Kementerian Agama.

Baca juga: Kemenag: Pesantren dan Madrasah Siap Gelar PTM Terbatas, Berikut Panduannya

Baca juga: Kemenag Alokasikan Rp 647 Miliar untuk Insentif 300.000 Guru Madrasah Non-PNS, Apa Saja Syaratnya?

Sementara itu, pihak pemda hanya memberikan bantuan sesuai sebagaimana yang tertuang dalam Perda Nomor 1 Tahub 2020 tentang Wajib Belajar Diniyah Takmiliyah.

"Jadi sebetulnya begini, pembiayaan madrasah itu bisa berasal dari tiga pihak, kemenag, hibah dari pemda dan swadaya dari orang tua siswa. Mestinya dari Kemenag itu ada, karena kan kewenangan utama di sana," ujarnya.

Sejak peraturan daerah terkait anggaran bantuan dana hibah untuk madrasah diketok pertama kali, pada tahun 2010 dan diperbaharui tahun 2020, para kepala madrasah sering bertanya kepada pihaknya.

Padahal, bantuan hibah dari pemda sekitar Rp 6 miliyar itu hanya mampu untuk membantu setidaknya, 870 madrasah yang tersebar di masing-masing kecamatan di Pandeglang.

"Makanya ada yang dapat Rp 6,5 juta setahun, bahkan ada Rp 4 juta setahun. Memang kalau dipakai buat gaji guru itu kecil, sangat tidak layak. Akan tetapi mau bagaimana, nasi sudah menjadi bubur, anggaran mau kita tambahkan, akan tetapi sudah terkunci," ujarnya.

Baca juga: Formasi CPNS Kemenag 2021, Rincian Formasi PPPK Guru Agama & Guru Madrasah untuk 30 Provinsi

Baca juga: Hari Kartini, Bupati Serang: Ibu Jadi Madrasah Pertama Bagi Anak

Untuk diketahui, empat guru Madrasah Diniyah Takmilyah Awaliyah Ar Raudoh di Kampung Cikuha, Desa Kiara Payung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang, Banten hidup dalam keadaan pas-pasan.

Setiap bulan, mereka hanya menerima gaji sebesar Rp 50.000 per kepala yang didapatkan dari subsidi bantuan pemerintah Kabupaten Pandeglang.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved