Ibu Muda Hendak Melahirkan Ditandu Warga Pakai Sarung dan Bambu, Seberangi 2 Sungai di Lebak
Dia hendak melahirkan dan harus melewati Jembatan Muhara yang runtuh setelah diterjang banjir.
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Agung Yulianto Wibowo
Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan
TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Nyi Imas, warga Kampung Bojong Sarung, Desa Lebak Gedong, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, terpaksa harus ditandu.
Perempuan berusia 18 tahun ini terpaksa ditandu melewati arus deras dua sungai.
Dia hendak melahirkan dan harus melewati Jembatan Muhara yang runtuh setelah diterjang banjir.
Warga menandunya karena kendaraan tidak bisa melalui jalan untuk masuk ke desa.
Baca juga: Jembatan Muhara di Lebak Kembali Runtuh, Akses ke Negeri di Atas Awan tak Bisa Dilalui Kendaraan
Nyi Imas harus ditandu melalui jembatan gantung melewati dua aluran sungai, yaitu Sungai Ciberang dan Sungai Ciladaeun.
Kepala Desa Ciladauen, Yayat Dimyati, mengatakan pada saat itu, kondisi ibu hamil tersebut ditandu menggunakan sarung dan bambu agar dapat melahirkan di puskesmas.
"Saat itu malam hari dan warga di sana secara bersama-sama membantu prosesnya," katanya saat dihubungi, Rabu (8/9/2021).
Baca juga: Ibu Muda Habis Melahirkan Ini Terpaksa Sebrangi Sungai Pakai Eskavator Akibat Jembatan Muhara Putus
Pasca-melewati dua jembatan, ibu muda tersebut dapat bersalin di puskesmas dan saat ini kondisinya mulai membaik.
Yayat mengaku sempat khawatir dengan keadaan warganya itu.
Namun, warga dengan semangat bisa membantu proses penyeberangan hingga selamat sampai tiba di puskesmas.
"Alhamdulillah bayi dan si ibu sekarang dalam keadaan sehat. Saat ini masih di rawat di puskesmas dan setelah membaik akan dipulangkan ke rumah," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/jembatan-muhara-kembali-runtuh-setelah-dihantam-air-rob.jpg)