News
Sungai Bengawan Solo Dikabarkan Tercemar Limbah Ciu, Begini Tanggapan Wali Kota Gibran
Sungai Bengawan Solo dikabarkan kini menghadapi musim kemarau sehingga menyebabkan volume air menjadi berkurang drastis.
Agustan menambahkan, pencemaran terjadi dari atas tempuran kali Samin dimana banyak buangan limbah industri ciu atau alkohol.
"Pencemaran dari atas tempuran kali Samin industri rumah tangga ciu," ungkapnya.
Dari hasil sampel yang diambil, air limbah itu memiliki ciri bau seperti ciu, warna keruh dan jika terkena kulit akan gatal-gatal.
"Air ini tidak layak untuk diolah, dan untuk sampel yang diambil terakhir pukul 10.30 WIB," katanya.
Sebelumnya Agustan memperkirakan pengolahan akan dihentikan paling lama sampai pukul 13.00 WIB.
Dan setelah itu pos pengolahan masih bisa dilakukan lagi.
"Pukul 13.00 WIB sudah bisa mengolah lagi, dampaknya, sudah dievaluasi penampungan air masih aman level 3 meter lebih sedikit," ungkapnya.
Baca juga: Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Ngambek ke Kaesang Pangarep Karena Hal Ini
Dengan cadangan di reservoir tersebut, Agustan memastikan, pasokan untuk kebutuhan pelanggan masih tetap aman meski pengolahan dihentikan.
Terkait penanganan yang akan dilakukan PDAM agar tidak terjadi lagi, Agustan mengatakan, untuk jangka panjang akan dilakukan pengalihan pengambilan airnya.
"Perencanaan jangka panjang, pengambilan air sebelum tempuran itu, kalau tidak nanti begini terus. Faktanya dari industri rumah tangga masih membuang terus."
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Respons Wali Kota Gibran Tanggapi Bengawan Solo yang Tercemar Limbah Ciu, https://www.tribunnews.com/regional/2021/09/08/respons-wali-kota-gibran-tanggapi-bengawan-solo-yang-tercemar-limbah-ciu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/wali-kota-solo-gibran-rakabuming-raka-mengumumkan-positif-covid-19.jpg)