Tingkat Konsumsi Ikan Masyarakat Kabupaten Serang Rendah, DKPP: Mereka Masih Percaya Mitos!

Angka konsumsi ikan di Kabupaten Serang hanya sekitar 23 kilogram per tahun. Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan

Penulis: desi purnamasari | Editor: Glery Lazuardi
Desi Purnamasari
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Serang, Suhardjo, memberikan hasil panen pada warga sekitar 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Angka konsumsi ikan di Kabupaten Serang hanya sekitar 23 kilogram per tahun.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Serang Suhardjo di acara panen raya di Kampung Curug Bonteng, Desa Keramatjati, Kecamatan Keragilan, Kabupaten Serang, pada Rabu (8/9/2021).

Baca juga: Korsleting Sering Disebut Penyebab Kebakaran, PLN Imbau Pelanggan Pastikan Instalasi Listrik Aman

Baca juga: Proses Hukum Coki Pardede Dihentikan Setelah Jalani Rehabilitasi, Kapolres Tangerang: Dia Korban

"Konsumsi ikan di Kabupaten Serang memang masih rendah baru 23 kilogram per tahun. Sedangkan untuk skala nasional sudah mencapai 35 kilogram per tahun," kata dia, saat ditemui di lokasi.

Untuk meningkatkan angka konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Serang, kata dia, maka harus dibuat kelompok tani.

Menurut dia, kelompok tani itu harus memanfaatkan lahan kosong dalam rangka meningkatkan produksi dan konsumsi ikan.

"Untuk mengejar konsumsi maka harus dibuatkan kelompok tani seperti ini, hal ini merupakan hal yang baik dan bagus untuk kedepannya," ujarnya.

Sampai saat ini, masyarakat masih enggan mengonsumsi ikan karena lebih senang mengkonsumsi daging ayam atau daging sapi.

Sebab, kata dia, masih percaya mitos atau anggapan jangan makan ikan nanti cacingan.

"Itu adalah politik pada zaman penjajahan agar kita tidak cerdas," ujarnya.

Baca juga: Minuman Racikan Rizky Febian Dibeli Pengusaha Doni Salmanan Rp 400 Juta : Subhanallah, Aku Gemeter

Baca juga: Login eform.bri.co.id/bpum untuk Reservasi Pencairan Bantuan Tunai UMKM Rp 1,2 Juta Tanpa Antre

Dia menjelaskan, ikan adalah sumber protein untuk pertumbuhan otak terutama untuk mencegah stunting.

"Maka ini menjadi tugas kami untuk bisa mensosialisasikan. Karena memang ikan ini dapat dijadikan olahan kembali, seperti kerupuk ikan, empe-empe dan lain-lain yang memang dari bahan dasar ikan," ujarnya.

Untuk itu, dia mengungkapkan, pentingnya kelompok tani dan peningkatan produksi terlebih dahulu.

Selain itu, kata dia, di masa pandemi banyak tenaga kerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Sehingga, adanya kelompok tani itu dan penyaluran tenaga kerja melalui budidaya ikan minimal akan mengurangi angka pengangguran.

Di acara itu hadir forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda),
Camat Keragilan, tokoh masyarakat, dan para pemuda karangtaruna yang menjadi penggagas kelompok tani tersebut.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved