Breaking News:

Lapas Kelas I Tangerang Terbakar

Narapidana Kasus Kekerasan Anak Jadi Korban Kebakaran, Kalapas Rangkasbitung: Tunggu Hasil Forensik!

Ajum Bin Jaya, narapidana, berada di daftar nama korban meninggal dunia akibat insiden kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
Istimewa via TribunTangerang.com
Jumlah korban kebakaran meninggal Lapas Kelas I Tangerang totalnya 41 orang, luka ringan 31 orang, Rabu (8/9/2021) 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Ajum Bin Jaya, narapidana, berada di daftar nama korban meninggal dunia akibat insiden kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang pada Rabu (8/9/2021) dini hari.

Kepala Lapas Kelas II B Rangkasbitung Budi Ruswanto mengatakan narapidana atas nama Ajum Bin Jaya merupakan mantan warga binaan pemasyarakatan yang pernah mendekam di Lapas Kelas II B Rangkasbitung.

"Berdasarkan data yang kita lihat, yang bersangkutan pernah di sini (lapas,-red). Pada tahun 2017, yang bersangkutan setelah putusan pengadilan keluar, maka dipindahkan ke Lapas Tangerang," ujarnya saat ditemui di Lapas Kelas II B Rangkasbitung, pada Kamis (9/9/2021).

Dia menjelaskan Ajum Bin Jaya merupakan narapidana yang diproses hukum terkait kasus kekerasan terhadap anak. Ajum Bin Jaya divonis hukuman 13 Tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Lebak.

Namun sampai saat ini, pihaknya masih menunggu laporan resmi dari rumah sakit  yang menangani korban kasus kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang.

Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Lapas Kelas I Tangerang untuk memastikan identitas korban.

Apabila nantinya, identitas dan data korban valid, maka pihaknya akan memfasilitasi keluarga korban untuk, mengambil jenazah tesebut.

"Oh iya jelas, kami akan bantu," ujarnya.

Selain itu, pihaknya berencana mengambil sampel darah dari keluarga korban, jika memang dibutuhkan oleh pihak rumah sakit.

"DNA korban dengan keluarga akan di tes untuk mencocokkan. Jangan sampai ada orang yang mengaku itu bagian keluarganya," ujarnya.

Sementara itu, Budi juga menerangkan narapidana pembunuhan gadis baduy tahun 2019 juga dipindahkan ke Lapas Kelas I Tangerang.

Pada kasus tersebut, hakim menjatuhkan hukuman mati kepada para pelaku yang memperkosa dan membunuh warga Baduy tersebut.

"Kasus hukuman Baduy, itu juga kami pindahkan ke sana, sesuai kebutuhan. Pemindahan juga harus ada assesment dari pihak terkait," tambahnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved