Breaking News:

10 Alat Pendeteksi Ditanam di Titik Rawan Tsunami dan Gempa di Pandeglang

Pihak BPBD Kabupaten Pandeglang mulai memasang 10 alat pendeteksi gempa dan tsunami di sejumlah titik lokasi yang rawan akan bencana

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
Pinterest
Ilustrasi tsunami 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang mulai memasang 10 alat pendeteksi gempa dan tsunami di sejumlah titik lokasi yang rawan akan bencana tersebut.

Upaya pemasangan alat itu dilakukan untuk membantu masyarakat dan pemerintah memantau pergerakan bencana berupa gempa dan tsunami yang berpotensi terjadi di wilayah pesisir selatan Pandeglang.

Ketiga alat yang dipasang, terdiri atas sirene peringatan dini tsunami, Earthquake Early Warning Sistem (EEWS), dan Indonesia Tsunami Early Warning Sistem (Ina TEWS) Newgen.

"Untuk alat yang berfungsi sebagai sirine pendeteksi dini tsunami telah di pasang di daerah labuan dan panimbang," kata Plt Kepala BPBD Pandeglang, Rahmat Zultika, saat dihubungi, pada Rabu (15/9/2021).

Baca juga: Korban Meninggal Akibat Miras Oplosan di Pandeglang Bertambah, Kali Ini Korbannya Remaja Perempuan

Baca juga: Jalan Raya Pandeglang-Lebak Sempat Terputus Akibat Banjir, Antrean Kendaraan Mengular Hingga 1 Km

Kemudian untuk alat pendeteksi lainnya berupa Earthquake Early Warning Sistem telah terpasang di sejumlah kecamatan, seperti Mandalawangi, Carita, Sumur, Cikeusik, Cimanggu dan Cigeulis.

Belajar dari pengalaman bencana tsunami di Banten pada 2018, pada saat itu masih belum ada alat pendeteksi tsunami dan gempa di Pandeglang, sehingga membuat banyak korban hilang dan meninggal dunia.

Sehingga, dia mengaku tidak ingin hal serupa terjadi di kemudian hari.

"Kalau untuk EEWS akan bekerja memberi sinyal sekurang-kurangnya 13 detik sebelum gempa terjadi. Sinyal gempa akan diterima oleh BMKG. Kemudian akan diteruskan ke masing-masing BPBD yang telah memiliki alat tersebut," ujarnya.

Baca juga: Banjir Bandang Terjang Kampung Rocek Pandeglang, 14 Rumah dan 1 Pabrik Tahu Rusak

Baca juga: Oknum Camat di Pandeglang yang Dituding Mabuk Berat Diperiksa BKD Untuk Dimintai Klarifikasi

Dia menambahkan alat yang telah dipasang itu merupakan alat canggih dan mampu mendeteksi wilayah mana saja terdampak bencana dan selanjutnya akan masuk ke radar monitor pihak BPBD Pandeglang.

"Dalam Ina TEWS ini akan muncul magnitudo dan episentrum. Sehingga segala kemungkinan sudah bisa terdeteksi sejak dini. Dan alat itu merupakan peringatan dini gempa bumi dan tsunami yang terhubung dengan BMKG," tambahnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved