Breaking News:

Masih Berpotensi Hujan, BPBD Lebak Ingatkan Warga Waspadai Potensi Banjir Susulan

Pihak BPBD Kabupaten Lebak memberi peringatan dini akan terjadi cuaca ekstrem selama dua hari di Kabupaten Lebak.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
scroll.in
Ilustrasi hujan lebat akibat cuaca ekstrem. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, memberi peringatan dini akan terjadi cuaca ekstrem selama dua hari di Kabupaten Lebak.

Hal itu disampaikan Kepala BPBD Lebak Febby Rizky Pratama.

Febby Rizky Pratama memprakirakan potensi hujan intensitas tinggi dan tanah longsor masih dapat terjadi di Lebak.

Menurut dia, cuaca ekstrem itu terjadi karena prakiraan cuaca dan terjadi perubahan musim dari kemarau ke hujan.

Untuk itu, dia meminta, warga berhati-hati dan tetap waspada menghadapi ancaman banjir yang terjadi akibat hujan.

"Kami mengimbau warga selalu mewaspadai potensi bencana, dengan menjauhi daerah rawan rawan longsor dan banjir seperti perbukitan dan pesisir sungai," kata dia, saat dihubungi, pada Rabu (15/9/2021).

Baca juga: Tempat Ujian Kebanjiran, Tes SKD PPPK Guru di Kabupaten Lebak Ditunda

Baca juga: Jalan Raya Pandeglang-Lebak Sempat Terputus Akibat Banjir, Antrean Kendaraan Mengular Hingga 1 Km

Saat ini, kata dia, genangan air di Kabupaten Lebak sudah mulai surut setelah sempat terjadi banjir pada Selasa dini hari.

Genangan air surut membuat warga sudah mulai kembali ke rumah masing-masing. Hanya saja, dia mengkhawatirkan akan terjadi ancaman banjir yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Untuk itu, kata dia, mengungkapkan pentingnya antisipasi mitigasi bencana dari masyarakat dan pemerintah, agar kejadian serupa tidak terjadi kembali di kemudian hari.

"Banjir sendiri paling parah mencapai ketinggian 70 centimeter pada kemarin. Sehingga membuat warga terpaksa mengungsi," ujarnya.

Selama dua hari ke depan, kata dia, ada potensi banjir di Rangkasbitung, Sajira, Curugbitung, dan Maja.

"4 Kecamatan itu masuk ke dalam zona siaga hujan deras yang dirilis oleh BMKG," ujarnya.

Untuk proses mitigasi bencana, pihaknya telah membuat skema terkait pemberian logistik dalam hal pemberian bantuan darurat kepada masyarakat dengan cara mendirikan dapur umum.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved