Breaking News:

Tukang Ojek di Lebak Terlibat Penyelundupan Benih Lobster Antar Provinsi, Sudah Lakukan Delapan Kali

AD sendiri berprofesi sebagai tukang ojek pangkalan dan berencana menyelundupkan benih lobster tersebut ke Jawa Barat tepatnya Kabupaten Sukabumi.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Yudhi Maulana A

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - AD (38) Warga Desa Sawarna Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten terciduk oleh aparat kepolisian, setelah terlibat penyelundupan transaksi benih lobster atau benur di Pesisir Selatan Banten.

Pelaku diamankan bersamaan dengan 2 ribu benur di kediamannya oleh Satreskrim Polres Lebak.

AD sendiri bekerja sebagai tukang ojek pangkalan dan berencana menyelundupkan benih lobster tersebut ke Jawa Barat tepatnya Kabupaten Sukabumi.

Kasat Reskrim Polres Lebak, AKP Indik Rusmono menjelaskan, bahwa pelaku diamankan di kediamannya sekitar pukul 09.00 WIB. Pihaknya menerangkan, benih lobster yang diamankan adalah jenis benur pasir sebesar 1.200 dan benur jenis mutiara sebanyak 800 ekor.

"Tersangka ini kita amankan setelah dilakukan pengintaian jauh-jauh hari, dan saat di lakukan pengeledahan ternyata benar bahwa tersangka ini telah melakukan upaya penyelundupan benur,  dengan barang bukti berupa 2.000 ekor benur," jelasnya saat ditemui di Mapolres Lebak, Rabu (15/9/2021).

Baca juga: Penyelundupan 100 Ribu Benih Lobster Tujuan Singapura Digagalkan di Kampung Ciora Gede Cilegon

Indik menerangkan, bahwa harga satuan ekor benur dibandreol berbeda-beda.

Untuk jenis mutiara sendiri per ekor senilai Rp 100.000 dan jenis pasir senilai Rp 50 ribu.

Ia juga menerangkan, bahwa pelaku sendiri sudah sering melakukan penyelendupan benih lobster di kawasan Bayah menuju Sukabumi.

Baca juga: Penyelundupan 12.000 Benih Lobster di Jalur Malimping Digagalkan Polisi, Dijual Rp60 Ribu Per Ekor

"Tersangka itu sendiri sudah melakukan aksinya sebanyak 8 kali. Adapun total kerugian negara akibat ulah pelaku,  diperkirakan hingga sebesar Rp 145 juta," katanya.

Akibat perbuatannya, kini pelaku di jerat Pasal 16 dan 26 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

"Tersangka terancam hukuman 6 tahun penjara, dan denda sebesar Rp1,5 Milliar," terangnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved