Breaking News:

Asal-Usul Daerah Pegantungan Cilegon, Sebelas Pejuang Dihukum Digantung oleh Belanda

Menurutnya, sebelas pejuang tersebut terdiri dari tiga kyai dan sisanya anak buah kiai yang menjadi pejuang kemerdekaan kala itu.

Penulis: Khairul Ma'arif | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Khairul Ma'arif
Sebuah sudut yang ada di Taman Kota Cilegon yang disinyalir menjadi tempat digantungnya para pejuang Kota Cilegon pasca peristiwa Geger Cilegon 9 Juli 1888 

Lebih dari ini para pejuang lainnya ada yang dihukum kerja paksa dan dibuang ke tempat yang terasing dari mereka.

"Yang dibuang ke luar Banten sebanyak 94 pejuang," ucap Bambang.

Menurut pengamatan Bambang tempat yang menjadi digantungnya para sebelas pejuang ini diperkirakan menjadi Taman Kota Cilegon yang berada dekat dengan Kantor Dinas Sosial Cilegon.

"Karena dari sumber yang saya baca menunjukan 2,5 kilometer ke utara dari pemakaman para pejuang ini yang terletak tidak jauh dari Taman Kota ini," ujarnya.

Baca juga: Cerita Pejuang Banten Rebut Gedung Juang 45 dari Tentara Jepang, Kepung Penjajah Setelah Azan Subuh

Menurutnya dahulu tempat ini merupakan sebuah lapangan yang sengaja dipakai oleh Belanda untuk menggantung para pejuang kemerdekaan ini.

Tujuannya tentu agar masyarakat dapat menonton prosesi penjatuhan hukuman para pejuang ini agar masyarakat tidak ada lagi yang berani memberontak.

Menurut dia, 11 pejuang Geger Cilegon tersebut digantung di waktu berbeda. 

"Lima pejuang pada 15 Juni 1889 sedang enam pejuang lainnya pada 12 Juli 1889," tuturnya.

Lebih lanjut, Bambang menyebutkan tiga kyai yang dihukum gantung ialah Haji Mohamad Akhya dari Jombang Wetan, Haji Mahmud dari Terate Udik, dan Haji Hamim dari Cibeber.

"Samidin, Taslin, Kamidin, Dulmanan, Sakimin, Dengi, Oyang, dan Kasar adalah anak buah dari ketiganya yang turut dihukum gantung," ungkapnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved