Asal-Usul Daerah Pegantungan Cilegon, Sebelas Pejuang Dihukum Digantung oleh Belanda

Menurutnya, sebelas pejuang tersebut terdiri dari tiga kyai dan sisanya anak buah kiai yang menjadi pejuang kemerdekaan kala itu.

Penulis: Khairul Maarif | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Khairul Ma'arif
Sebuah sudut yang ada di Taman Kota Cilegon yang disinyalir menjadi tempat digantungnya para pejuang Kota Cilegon pasca peristiwa Geger Cilegon 9 Juli 1888 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Khairul Ma'arif

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Pegantungan merupakan salah satu wilayah yang berada di Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon.

Disebut sebagai daerah pegantungan karena memiliki cikal bakal yang menjadi tempat dihukum gantung sebelas pejuang dari Kota Cilegon.

Pemerhati Sejarah Kota Cilegon, Bambang Irawan membenarkan hal tersebut.

Menurutnya, sebelas pejuang tersebut terdiri dari tiga kyai dan sisanya anak buah kiai yang menjadi pejuang kemerdekaan kala itu.

"Sebelas pejuang ini ditangkap dan dijatuhi hukuman gantung oleh Belanda pasca meletusnya peristiwa Geger Cilegon pada 9 Juli 1888," katanya kepada TribunBanten.com saat ditemui di rumahnya Lingkungan Jerang Barat RT 01/01, Kelurahan Karang Asem, Kecamatan Cibeber, Cilegon, Minggu (26/9/2021).

Baca juga: 5 Masjid Tertua dan Bersejarah di Banten, Dari yang Masih Kokoh Berdiri hingga Sisa Puing Bangunan

Bambang membeberkan proses pengadilan yang diterima oleh sebelas pejuang ini memakan waktu hampir satu tahun lamanya pasca peristiwa tersebut.

"Kemudian di bulan Juni 1889 baru dilaksanakan proses pemberian hukumannya berupa dihukum gantung," tambahnya.

Mereka yang dihukum ini adalah yang terlibat peristiwa Geger Cilegon 1888.

Menurutnya, tidak hanya sebelas pejuang ini saja yang dihukum Belanda pasca peristiwa tersebut.

Suasana di Monumen Taman Geger Cilegon
Suasana di Monumen Taman Geger Cilegon (TribunBanten.com/Khairul Ma'arif)

Lebih dari ini para pejuang lainnya ada yang dihukum kerja paksa dan dibuang ke tempat yang terasing dari mereka.

"Yang dibuang ke luar Banten sebanyak 94 pejuang," ucap Bambang.

Menurut pengamatan Bambang tempat yang menjadi digantungnya para sebelas pejuang ini diperkirakan menjadi Taman Kota Cilegon yang berada dekat dengan Kantor Dinas Sosial Cilegon.

"Karena dari sumber yang saya baca menunjukan 2,5 kilometer ke utara dari pemakaman para pejuang ini yang terletak tidak jauh dari Taman Kota ini," ujarnya.

Baca juga: Cerita Pejuang Banten Rebut Gedung Juang 45 dari Tentara Jepang, Kepung Penjajah Setelah Azan Subuh

Menurutnya dahulu tempat ini merupakan sebuah lapangan yang sengaja dipakai oleh Belanda untuk menggantung para pejuang kemerdekaan ini.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved