Agar Makin Berkembang, Pengusaha Tempe di Cilegon Dikenalkan Teknologi QRIS
Dalam kegiatan ini diikuti sebanyak 108 pelaku usaha tempe yang mana memang sudah terbentuknya paguyuban pengrajin tempe.
Penulis: desi purnamasari | Editor: Yudhi Maulana A
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari
TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Bank Indonesia (BI) Banten bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) bekerjasama menyelenggarakan sosialiasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan pengembangan kapabilitas pelaku usaha tempet di Gedung Creative Center, pada Selasa (5/10/2021).
Acara yang yang diselenggarakan di Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon ini dihadiri oleh Kepala perwakilan BI Banten, Wali Kota Cilegon, Camat Cibeber serta jajaran pejabatan lainnya.
Dalam kegiatan ini diikuti sebanyak 108 pelaku usaha tempe yang mana memang sudah terbentuknya paguyuban pengrajin tempe.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja mengatakan bahwa pihaknya memilih pengusaha tempe karena melihat potensi besar pada pengusaha tempe di Cilegon yang perlu dikembangkan untuk menjadi kekuatan ekonomi.
Dalam hal ini ia pun berharap agar para pengrajin tempe dapat terus tumbuh dan memproduksi dan memenuhi pasar di Banten serta Nasional.
Baca juga: Kepala KPW BI Banten: Gunakan QRIS Bank Indonesia, Sistem Pembayaran Digital Terintegrasi
"Dalam kesempatan ini kami pun memberikan pelatihan serta pengembangan kapabilitas serta menyampaikan pembayaran secara digital melalui QRIS ini," katanya saat dilokasi.
Dengan adanya pelatihan ini para pengusaha dapat mengetahui cara yang baik memproduksi tempe serta olahan lainnya melalu bahan dasar tempe.
Sehingga diharapakan para pengrajin tempe dapat mengenalkan dan menggunakan QRIS sebagi alat pembayaran mereka.
Sementara itu, Wali Kota Cilegon Helldy Agustian mengatakan dengan adanya kegiatan tersebut pihaknya merasa tebantu mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemi covid-19.
Baca juga: Atlet Banten yang Berlaga di PON XX Papua Diedukasi Soal QRIS, Tak Perlu Bawa Uang Tunai Banyak
"Sekarang ini kita juga sudah memasuki dunia digitalisasi akan tetapi memang di Kota Cilegon sendiri masih terbilang sangat kecil penggunanya," katanya.
Akan tetapi, kata Helldy, saat ini sudah mengarah ke digitalisasi semuanya dan ia berharap dari pihak perbankan juga dapat membantu dengan adanya penerapan sistem digital ini.
Ia pun menuturkan bahwa guna mendukung para pelaku usaha pihaknya pun telah menandatangani kesepatan dengan ritel modern dalam rangka pemasaran produk UMKM yang ada di Kota Cilegon.
"Seperti Alfamart dan Indomart sudah hampir 30 persen sudah dapat memuat produk-produk lokal," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/qris-tempe.jpg)