Breaking News:

Rebo Wekasan, Tradisi Mandi Tolak Bala dan Asal-usulnya dalam Masyarakat Banten

Pada Bulan Safar, warga RT/RW 002/02, Kampung Karundang Tengah, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang mempunyai tradisi yang diturunkan turun temurun

Penulis: mildaniati | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/MILDANIATI
Warga di RT 02/02 Kampung Karundang Tengah, Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang masih melestarikan tradisi dudus atau mandi kembang tujuh rupa di rabu akhir bulan safar, pada Rabu (6/10/2021) pukul 06.30 WIB. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Mildaniati

TRIBUNBANTEN, KOTA SERANG - Pada Bulan Safar, warga RT/RW 002/02, Kampung Karundang Tengah, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang mempunyai tradisi yang diturunkan secara turun temurun.

Tradisi itu bernama Dudus atau mandi kembang tujuh rupa. Warga mandi kembang tujuh rupa pada Rabu akhir bulan Safar pukul 06.30 WIB.

Rebo Wekasan adalah sedekah bumi berupa selamatan di sekitar Telaga Suci. Kegiatan ini dilakukan pada hari Rabu terakhir di Bulan Safar.

Sehingga pada malam hari Rabu akhir bulan Safar, masyarakat mengadakan selamatan sedekah bumi dengan harapan mendapatkan berkah dari Tuhan yang Maha Esa.

Baca juga: Tujuan Wali Kota Arief Ingin Seluruh Pasar Tradisional di Tangerang Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Baca juga: HUT Ke-21 Banten, Sanggar Pamanah Rasa Asal Pandeglang Tampilkan Seni Musik Tradisional

Masita (55), warga, merupakan orang yang dipercaya oleh masyarakat sekitar untuk menyiapkan keperluan untuk mandi. Selama menjalankan tugasnya, Masita dibantu 3 orang warga.

Dia membeli bunga tujuh rupa sebanyak 3 pelastik di Pasar Lama. Lalu, bunga itu dicampurkan pada ember berisi air dan rajah (tulisan arab berupa angka dan lainnya yang ditulis di kertas putih). Rajah dibuat oleh Ustaz Baedowi.

"Tujuh rupa bunganya ada pandan, melati, bunga ros, cempaka, kamboja, haribang dan lainnya," ujarnya pada TribunBanten.com saat ditemui di lokasi, Rabu (6/10/2021).

Tradisi dudus atau mandi kembang tujuh rupa di rabu akhir bulan safar
Tradisi dudus atau mandi kembang tujuh rupa di rabu akhir bulan safar (TRIBUNBANTEN/MILDANIATI)

Menurut Masita, tradisi Dudus atau mandi kembang di Rabu akhir Bulan Safar tujuannya supaya panjang umur, sehat, banyak rezeki, terhindar dari bahaya, dekat jodoh dan lainnya.

"Dikasih rajah dari ustad Baedawi biar selamat dan tidak ada halangan apapun," terangnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved