Mahasiswa Minta Kapolres Tangerang Dicopot Buntut Kasus Rekannya Dibanting saat Demo

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Tangerang melakukan aksi unjuk rasa di hadapan anggota Polda Banten.

Tayang:
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Ahmad Tajudin
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Tangerang melakukan aksi unjuk rasa di hadapan petugas Polda Banten, Kamis (14/10/2021) 

"Kalau bisa diberi sanksi tegas, bukan hanya dicopot tugasnya dari kepolisian tetapi juga dihukum sesuai dengan sanksi mengenai kekerasan," kata dia.

Dikatakan olehnya bahwa sebelum aksi dilakukan saat HUT Kabupaten Tangerang, pihak mahasiswa, sudah melakukan briefing dengan aparat kepolisian.

Bahwasanya aparat kepolisian hanya mengamankan saja bukan malah menghakimi dengan melakukan kekerasan.

"Kalau aksi itu (smackdown) dicontoh anak usia 5 tahun, polisinya aja begitu apalagi kita," ujarnya.

Baca juga: Sederet Fakta Polisi Smackdown Pendemo di Tangerang, Kejang-kejang Usai Dibanting

Sementara Sandi Martapraja selaku Humas dari Aliansi Mahasiswa Tangerang mengatakan pihaknya Ia telah melakukan audiensi dengan pihak Polda Banten.

Dirinya mengaku telah menemui Kabag Ops dan Kabid Propam Polda Banten.

Ia mengaku telah menyampaikan tuntutannya kepada Polda Banten.

Di mana menurut keterangan dari Polda Banten akan memenuhi tuntutan para mahasiswa. 

Namun dengan catatan, para mahasiswa diminta untuk menunggu proses penyelidikan hingga selesai.

"Di sisi lain kita tegaskan kasus ini harus ditangani secara profesional. Jangan ada intimidasi, yang benar harus dikatakan benar, yang salah harus dikatakan salah," ujarnya.

Kemudian ia menjelaskan alasanya menuntut agar Kapolres Tangerang di copot dari jabatannya.

Seorang mahasiswa dibanting oleh polisi saat aksi demo di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Tangerang
Seorang mahasiswa dibanting oleh polisi saat aksi demo di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Tangerang (Capture Instagram)

Alasannya, kata dia, karena saat ini tidak melulu bicara mengenai oknum.

Menurutnya jika berbicara oknum, itu tidak mungkin dalam setahun ada ratusan kasus yang terjadi.

"Saya bilang ke Pak Kabid. Pak Kabid jangan oknum melulu yang disudutkan tapi ini harus ada evaluasi besar karena ini adalah instansi," kata dia.

Di mana saat ini telah tercatat dalam kasus kekerasan yang terjadi sejak tahun 2019 hingga 2020 ada sekitar 900 kasus.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved