Breaking News:

Tanda Tangani Surat Pernyataan, Kapolresta Tangerang Siap Dicopot Jika Ada Kekerasan Lagi

Kapolres Kota Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro menandatangani surat pernyataan kepada mahasiswa.

Editor: Glery Lazuardi
Warta Kota/Andika Panduwinata
Kapolresta Tangerang Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro memimpin apel pengamanan Pilkades Tangerang 2021. 

TRIBUNBANTEN.COM - Kapolres Kota Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro menandatangani surat pernyataan kepada mahasiswa.

Aliansi Mahasiswa Tangerang mendatangi Mapolresta Tangerang pada Jumat (15/10/2021) untuk meminta pertanggungjawaban atas aksi polisi membanting mahasiswa dalam demonstrasi saat HUT Kabupaten Tangerang.

Surat pernyataan itu berupa tekadnya untuk menjamin tidak akan bersikap represif pada saat melakukan aksi unjuk rasa.

Surat pernyataan itu ditandatangani terkait tindak kekerasan kepada MFA (21) yang diduga dilakukan personel Polresta Tangerang.

Akibat dari tindak kekerasan itu, kini MFA
mesti menjalani rawat inap di Rumah Sakit Ciputra akibat badannya dibanting menghantam trotoar.

“Saya pejabat publik. Pejabat adalah amanah. Kami mempunyai atasan dan kami melaksanakan tugas berdasarkan perintah dari pimpinan,” kata Kapolres Kota Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro.

Baca juga: Gawat! Mensos Risma Kembali Marah-marah, Tunjuk Mahasiswa dan Aktivis saat Kunjungan ke Lombok Timur

Baca juga: Didesak Mundur Paska Anggotanya Banting Mahasiswa, Kapolresta Tangerang: Kami Punya Atasan

Di surat pernyataan itu, dia menyatakan jika ada anggota kembali berbuat represif, maka dia siap untuk mengundurkan diri.

“Saya sudah membuat surat pernyataan bahwa jika anggota saya mengulangi perbuatannya lagi melakukan tindakan yang sifatnya represif atau kekerasan eksesif, saya siap mengundurkan diri,” ujar Kombes Wahyu.

Sementara itu, seorang mahasiswa bernama Mufhi Al Fajri, mengatakan kedatangan mahasiswa untuk mendesak polisi mengabulkan tuntutan.

Surat pernyataan itu dibubuhi materai Rp 10.000.

“Khususnya pada Kapolresta Tangerang agar dicopot karena dia telah lalai. Dan kepada Brigadir NP, kalau bisa disanksi tegas. Tidak cuma dicopot jabatannya dari kepolisian, tetapi harus menyesuaikan dengan hukum yang ada, yaitu dipenjara karena melakukan kekerasan,” kata

Tulisan ini sudah tayang di kompas.tv berjudul
Buntut Mahasiswa Dibanting, Kapolresta Tangerang Teken Pernyataan Siap Mundur

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved