Breaking News:

Polresta Tangerang Serahkan Kasus Smackdown Mahasiswa ke Polda Banten, Kapolres: Perbuatannya Keliru

Pihak Polda Banten melakukan sidang disiplin kepolisian kepada Brigadir NP, anggota Polresta Tangerang.

Editor: Glery Lazuardi

TRIBUNBANTEN.COM - Pihak Polda Banten melakukan sidang disiplin kepolisian kepada Brigadir NP, anggota Polresta Tangerang.

Sidang disiplin itu dilakukan setelah aparat Polresta Tangereang memeriksa Brigadir NP.

Brigadir NP diduga menganiaya mahasiswa yang sedang melakukan aksi penyampaian pendapat di hari ulang tahun (HUT) ke-389 Kabupaten Tangerang di Tigaraksa, pada Rabu 13 Oktober 2021.

"Semua sudah kami limpahkan ke Polda Banten ya. Sekarang proses pemeriksaan sudah selesai, kita tunggu saja hasil sidang," kata Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro, di Mapolresta Tangerang, Senin (18/10/2021).

Baca juga: Dinyatakan Sehat, Mahasiswa Korban Smackdown Oknum Polisi Sudah Pulang dari RS

Dia mengaku tidak bisa menjabarkan secara detail hasil pemeriksaan karena belum diserahkan oleh Polda Banten.

Wahyu melanjutkan tindakan Brigadir NP membanting mahasiswa pengunjuk rasa M Fariz merupakan diskresi yang keliru.

Dia menyebut, anggota kepolisian memiliki kewenangan atas diskresi, yakni kebebasan untuk mengambil sendiri keputusan dalam situasi tertentu dengan mempertimbangkan hukum dan moral.

"Itu pembantingan diskresi yang keliru oleh Brigadir NP. Diskresi itu berkaitan dengan pada saat situasional, dia (NP) menggunakan diskresi itu tapi yang salah penerapannya," beber Wahyu.

Untuk diketahui, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Muhamad Fariz Amrullah, menjadi korban tindak penganiayaan.

Upaya penganiayaan itu dilakukan oleh oknum polisi berinisial Brigadir NP.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved