Kisah Amjat, Perajin Asal Ciruas Membuat Ayunan dan Kuda-kudaan dari Rotan, Dijual hingga ke Jakarta

Pria berusia 60 tahun ini membuat kerajinan dari rotan, seperti ayunan, kursi kayu berbentuk kuda, dan dudukan kendaraan untuk anak-anak.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Agung Yulianto Wibowo
TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Amjat, perajin rotan membuat kuda-kudaan untuk anak-anak di Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Sabtu (23/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Amjat secara teliti melilit rotan pada bingkai yang sudah disiapkan.

Pria berusia 60 tahun ini membuat kerajinan dari rotan, seperti ayunan, kursi kayu berbentuk kuda, dan dudukan kendaraan untuk anak-anak.

Warga Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, ini memanfaatkan limbah kayu dan rotan yang berasal dari sebuah pabrik yang tidak jauh dari rumahnya.

Baca juga: Cerita Perajin Dompet di Kota Serang Bertahan, Beralih Produksi untuk Pertahankan 50 Karyawannya

"Kayunya palet dan sebagian rotan masih bisa terpakai, bagus, dan kuat," katanya di rumahnya, Sabtu (23/10/2021).

Pria berkumis ini mengaku sudah hampir tiga tahun membuat kerajinan.

Hasil kerajinannya dijual ke pasar tradisional dan toko mainan di Anyer, Cilegon, dan Jakarta.

Dia mengaku menjual produk dari rotan tidak menjanjikan seperti dulu lagi.

Beragam produk modern menjadi kompetitor utama.

Hasil kerajinan Amjat, perajin rotan asal Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Sabtu (23/10/2021).
Hasil kerajinan Amjat, perajin rotan asal Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Sabtu (23/10/2021). (TribunBanten.com/Desi Purnamasari)

Apalagi promosinya yang gencar dan luar biasa.

"Penjualan susah ditebak, kadang bisa sampai dua bulan tidak laku," ujar pria asal Cirebon ini.

Amjat membuat produk rotan sesuai pesanan selain membuat beberapa untuk stok.

Barang stok itu sebagai contoh jika ada calon konsumen datang.

Dia mengaku di tengah pandemi Covid-19 ini pesanan kerajinan rotan mulai berkurang drastis.

Dalam sebulan, Amjat hanya bisa menjual paling banyak 20 kerajinan dari rotan.

Baca juga: Kerajinan Lebak: Lilis Bisa Duduk Selama Berjam-jam Bikin Tenun Baduy

Sebelum pandemi Covid-19, dia mampu menjual 50-100 kerajinan rotan.

Harga kerajinan rotan yang dibuat Amjat bervariasi.

Harga kuda-kudaan Rp 80.000, ayunan rotan Rp 250.000 dan kursi rotan anak-anak Rp 90.000.

Dalam sehari, Amjat mampu membuat kerajinan empat kuda dan dua ayunan.

Sebelum menjadi perajin rotan, dia membuat percetakan bata merah.

Namun, dia banting stir karena kondisi lahan yang terus menyempit dengan banyaknya pembangunan pabrik.

"Pembuatan bata itu lahannya harus luas, jadi kalau sempit susah juga buat jemurnya," ucapnya.

Sumber: Tribun Banten
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved