Pemkab Serang Siapkan Pengelolaan Sampah Tingkat Desa, Buntut Kerja Sama Ditolak Pemkab Lebak
Pemkab Serang menyiapkan strategi baru dalam mengelola sampah, setelah kerja sama dengan Pemkab Lebak ditolak.
Penulis: Muhammad Uqel Assathir | Editor: Abdul Rosid
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menyiapkan strategi baru dalam mengelola sampah, setelah kerja sama dengan Pemkab Lebak ditolak.
Pemkab Serang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kini mengarahkan pengelolaan sampah berbasis tingkat desa.
Setiap desa didorong untuk memilah dan mengolah sampah secara mandiri, sehingga jumlah residu yang dihasilkan bisa ditekan sebelum dibuang ke tempat pengelolaan akhir.
Baca juga: Pandeglang Melawan Sampah! Warga Balas Tuduhan Wagub Banten Dimyati soal Politisasi
Plh Kepala DLH Kabupaten Serang, Yadi Priatna mengaku, sudah berkomunikasi dengan Pemkab Lebak terkait rencana kerja sama tersebut.
Namun, kapasitas Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) di Lebak tidak memungkinkan menampung sampah dari luar daerah.
"Secara teknis mungkin belum siap kalau misalkan menampung banyak, karena pengelolaannya harus disiapkan, termasuk peralatan sebagainya," kata Yadi kepada TribunBanten.com, Kamis, (28/8/2025).
Sebagai solusi, Pemkab Serang mengoptimalkan pengelolaan sampah di tingkat desa.
Beberapa desa disebut sudah siap, seperti Desa Margagiri, Kecamatan Kramatwatu, Cinangka, dan Kecamatan Jawilan.
“Contohnya di Margagiri. Mereka secara mandiri membangun Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) dan sudah mampu mengolah sampahnya sendiri. Bahkan sudah ada incinerator untuk mengelola residu,” jelas Yadi.
Meski begitu, Pemkab Serang tetap memberikan pendampingan agar desa-desa lain bisa mengikuti langkah tersebut.
"Memang kemarin dari Margagiri juga tetap memberikan masukan, bahwa perlu didampingi. Jadi kita juga tetap mendampingi secara intens dengan desa-desa, untuk pencanangan pengelolaan sampah sampah di setiap desa," ucapnya.
Yadi berharap, nantinya jika pengelolaan sampah di setiap desa sudah berjalan residu yang dihasilkan tidak begitu besar.
"Kita bertahap minimal bank sampahnya sudah tersedia pemilahanny, kalau memang sudah nanti membuang residunya kita tidak bisa mengangkutnya dengan incinerator sendiri," ujarnya.
Selain fokus pada desa, Pemkab Serang juga tengah menjalin komunikasi dengan pengelola TPSA lain untuk membuka peluang kerja sama pembuangan sampah.
“Kita coba komunikasi dengan TPSA lain. Kalau sudah ada hasil, nanti akan kami sampaikan,” kata Yadi.
Untuk jangka panjang, Pemkab Serang menargetkan pembangunan Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
“Itu sedang kita siapkan lokasinya, dan koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan,” pungkasnya.
| Kenaikan Harga Plastik Jadi Perhatian Pemkab Serang, Dorong Inovasi Kemasan Alternatif |
|
|---|
| Pemkab Lebak Terbitkan SE Pengelolaan Sampah, Semua Pihak Diminta Terlibat Aktif |
|
|---|
| Sekda Dorong Manajemen Talenta, Akhiri Praktik “Orang Dekat” di ASN Pemkab Serang |
|
|---|
| Jembatan Peng Desa Lontar Masuk APBD 2026, Segera Dibangun Pemkab Serang |
|
|---|
| Pemkab Serang dan PT Kurma Azwa Farm Siapkan 1.000 Ekor Hewan Kurban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Plh-Kepala-DLH-Kabupaten-Serang.jpg)