Breaking News:

Eks Kadishub Cilegon Didakwa Kasus Suap Pengelolaan Parkir, Terima Rp 530 Juta dari 2 Perusahaan

Uteng Dedi Apendi, mantan Kepala Dinas Perhubungan Cilegon, didakwa menerima suap atas jasa pengelolaan parkir di Eks Terminal Angkot Pasar Kranggot

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/AHMADTAJUDIN
Suasana sidang korupsi Kepala Dinas Perhubungan Kota Cilegon 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Uteng Dedi Apendi, mantan Kepala Dinas Perhubungan Cilegon,
didakwa menerima suap atas jasa pengelolaan parkir di Eks Terminal Angkot Pasar Kranggot Tahun 2020.

Uteng didakwa telah menerima suap berupa uang secara bertahap sebesar Rp 530 juta.

Uang Rp 530 juta itu terdiri dari Rp 130 juta dari Hartanto selaku Komisaris PT. Hartanto Arafah Perkasa dan Rp 400 juta dari Mohammad Faozi Susanto selaku Direktur PT. Damar Aji Mufidah Jaya.

Diduga hadiah berupa uang Rp 530 juta itu diberikan kepada Uteng selaku Kepala Dishub Kota Cilegon, agar menerbitkan surat pengelolaan tempat parkir (SPTP) kepada kedua PT tersebut.

Baca juga: Anggota DPRD Banten Heran Pemberi Suap di Kasus Parkir Cilegon Belum Jadi Tersangka

Ketua Majelis Hakim Atep Sopandi memimpin sidang pembacaan dakwaan kasus dugaan korupsi dalam jasa pengelolaan parkir di Eks Terminal Angkot Pasar Kranggot Tahun 2020.

Sidang digelar di Pengadilan Negeri pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Serang, pada Senin (25/10/2021).

"Untuk dapat mengelola parkir di eks Terminal Angkot Pasar Kranggot Tahun 2020, yang bertentangan dengan kewajibannya," ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Banten, saat di persidangan.

JPU menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh terdakwa itu bertentangan dengan kewajibannya sebagai PNS.

Kemudian JPU menerangkan bahwa kasus ini berawal sekitar Januari 2020.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved