Breaking News:

Mahasiswa UIN Korban Aksi 'Smackdown': Cukup Saya yang Terakhir, Jangan Ada Korban Lagi

MFA, mahasiswa, Universitas Islam Negeri (UIN) SMH Banten, menjadi korban penganiayaan oknum aparat kepolisian saat demo di HUT Kabupaten Tangerang.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
Kolase TribunBanten.com
F Fariz Amrullah, mahasiswa UIN SMH Banten telah jalani sidang skripsi dan dinyatakan lulus 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - MFA, mahasiswa, Universitas Islam Negeri (UIN) SMH Banten, menjadi korban penganiayaan oknum aparat kepolisian saat demo di HUT Kabupaten Tangerang.

Akibat dari perbuatan itu, MFA mengalami kejang-kejang hingga dibawa ke Rumah Sakit Harapan Mulia.

Adapun, Brigadir NP, selaku pelaku penganiayaan telah dihukum berupa kurungan selama 21 hari dan penundaan kenaikan pangkat.

MFA meminta agar insiden penganiayaan terhadap dirinya adalah yang terakhir. Sehingga, kata dia, tidak ada orang yang mengalami hal serupa.

"Cukup apa yang saya alami, menjadi insiden yang terakhir yang dilakukan aparat terhadap para pengunjuk rasa. Semoga ke depan di daerah-daerah lain tidak ada insiden serupa," kata dia, saat dihubungi TribunBanten.com pada Senin (25/10/2021).

Baca juga: Hampir Saja Bantingan Brigadir NP Buat Fariz Tak Lulus Kuliah, Kini Menyandang Gelar Sarjana Hukum

Untuk penanganan aksi unjuk rasa, kata dia, Polri sudah mempunyai standar operasional prosedur (SOP).

Sehingga, tindak penganiayaan itu tidak dibenarkan berdasar aturan.

Jika ada oknum melanggar aturan, maka akan diproses hukum.

"Intinya berharap ke depan semoga tidak ada lagi kasus serupa yang dialami orang lain," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved