Antisipasi Dampak Banjir, Dinas PU Tangsel Revitalisasi Sungai dan Perbaiki Drainase

Pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) merevitalisasi sungai dan drainase di sejumlah titik lokasi rawan banjir.

Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Revitalisasi sungai 

TRIBUNBANTEN.COM - Pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) merevitalisasi sungai dan drainase di sejumlah titik lokasi rawan banjir.

Proses revitalisasi itu dilakukan dengan cara mengeruk sungai, pembersihan sampah, hingga perbaikan drainase yang rusak.

"Dinas Pekerjaan Umum dalam antisipasi banjir di musim penghujan ini sudah melakukan pengerukan Kali Ciputat Baru dan sudah berjalan kurang lebih satu minggu lalu," ujar Kepala Dinas PU Kota Tangerang Selatan, Aries Kurniawan, saat ditemui di kawasan Serpong, Kota Tangsel, Selasa (2/11/2021).

Baca juga: Kabar Baik, Tangerang Selatan Catat Nol Kasus Kematian Akibat Covid-19 Selama Oktober 2021

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan pengerukan di Kali Pondok Maharta, Pondok Aren.

Pihaknya telah mencatat wilayah yang memiliki tingkat rawan banjir saat musim hujan tiba.

Terdapat tiga kecamatan menjadi fokus dalam program revitalisasi dan perbaikan drainase.
"Wilayah Pondok Aren, Pamulang dan Serpong Utara," ungkapnya.

Adapun pihaknya saat ini mengaku menargetkan sejumlah lokasi tersebut tak lagi menjadi langganan banjir saat musim penghujan tiba.

"Ada 30 titik banjir, tapi sudah kita minimalisir. Saya bilang yang biasanya banjir selutut sekarang sudah semata kaki, itu akan bertahap," kata dia.

"Kita tuntaskan dari tahun ke tahun dengan melakukan pengerukan dan revitalisasi sungai dan drainase kota maupun lingkungan," pungkasnya.

Pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca untuk wilayah Banten dan sekitarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunBanten.com pada Selasa (2/11/2021) ini, hampir keseluruhan wilayah Banten sudah masuk musim hujan.

BMKG sudah membuat keterangan pers kondisi cuaca terkini berupa terindikasi fenomena ekstrem hampir di seluruh Indonesia mulai dari 31 Oktober sampai 6 November 2021.

Tarjono, Koordinator bidang data dan informasi BMKG, mengatakan berdasarkan hasil analisa BMKG, fenomena La Nina semakin menguat.

Dia memprediksi puncak musim hujan terjadi pada Januari dan Februari 2022.

Sementara itu untuk prakiraan cuaca saat ini potensi angin puting beliung selama ada awan comulunimbus.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved