Antisipasi Dampak Banjir, Dinas PU Tangsel Revitalisasi Sungai dan Perbaiki Drainase
Pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) merevitalisasi sungai dan drainase di sejumlah titik lokasi rawan banjir.
"Semua wilayah berpotensi ada puting beliung, hujan lebat, angin kencang, bahkan hujan es selama ada awan comulunimbus," ujarnya kepada TribunBanten.com saat dihubungi melalui sambungan telepon, pada Selasa (2/11/2021).
Baca juga: KPAI Tanggapi Bayi 10 Bulan di Tangerang Selatan yang Dijadikan Manusia Silver: Harusnya Dilindungi
Pada tahun ini, dia mengungkapkan, ada perbedaan musim hujan yang datang lebih awal dari pada tahun sebelumnya.
"Perbedaan ada, tahun ini terindikasi musim hujannya lebih awal daripada 2020, terindikasi, beberapa wilayah di Banten memasuki musim penghujannya lebih awal," ungkapnya.
Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada.
Selain itu, kepada pihak terkait dia menyarankan mulai membenahi drainase atau selokan, bersihkan dan normalisasi sungai agar curah hujan yang mengguyur bisa lancar dan tidak menghambat yang akan berakibat bankir.
"Pohon yang sudah tampak rapuh alangkah baiknya dari instansi terkait untuk memangkas. Supaya kalau terjadi hujan lebat dan angin kecang tidak terjadi musibah," tambahnya.
Untuk diketahui, pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini prakiraan cuaca di wilayah Provinsi Banten.
Dalam keterangan yang diterima TribunBanten.com, BMKG telah menetapkan wilayah Provinsi Banten dalam level ‘siaga’ dari potensi ancaman bencana hidrometeorologi yang dapat dipicu faktor cuaca.
Hingga Selasa (2/11/2021) ini, cuaca di wilayah Banten meliputi delapan kota/kabupaten berpotensi akan turun hujan deras yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Delapan kabupaten/kota itu meliputi Kota Serang, Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kota Cilegon, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Tangerang.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan untuk
mengantisipasi adanya dampak tersebut, BPBD Provinsi Banten telah meneruskan informasi peringatan dini.
Informasi peringatan dini itu sudah disampaikan kepada seluruh BPBD di Provinsi Banten untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mengambil langkah-langkah upaya mitigasi.
"Di samping itu, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi adanya potensi bencana hidrometeorologi," kata dia, dalam keterangannya.
Baca juga: KPK Usut Pengadaan Lahan SMKN 7 Tangerang Selatan, Ini Reaksi Gubernur Banten Wahidin Halim
Sebelumnya pada Senin (1/11/2021) kemarin pukul 05.00 WIB, hujan lebat mengguyur wilayah Kabupaten Lebak, Banten memicu terjadi banjir setinggi 50-100 sentimeter.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mencatat banjir tersebut merendam sedikitnya 26 unit rumah yang ditinggali 26 KK di Desa Nameng, Kecamatan Rangkasbitung. Selain itu satu gedung sekolah juga terdampak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/foto-revitalisasi-sungai.jpg)