Breaking News:

Harga Minyak Goreng Tembus Rp 19 Ribu Per Liter, Diskoperindag Kabupaten Serang Bilang Begini

Kepala Seksi Sarana Prasarana Perdagangan Diskoperindag Kabupaten Serang, Titi Purwitasari mengungkap penyebab kenaikan harga minyak goreng.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Glery Lazuardi
dokumentasi Tribun Jateng
ilustrasi minyak goreng 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kepala Seksi Sarana Prasarana Perdagangan Diskoperindag Kabupaten Serang, Titi Purwitasari mengungkap penyebab kenaikan harga minyak goreng selama beberapa bulan terakhir.

Menurut dia, kenaikan harga minyak goreng itu disebabkan kurangnya pasokan minyak nabati di pasar global. Selain itu, kata Titi, hal ini dipicu oleh harga pada CPO Indonesia atau minyak sawit mengalami kenaikan.

"Dari beberapa bulan lalu sudah naik, untuk minyak kemasan dan curah. Ini disebabkan beberapa hal. Yakni kurangnya pasokan minyak nabati serta naiknya harga minyak sawit," kata dia kepada TribunBanten.com, saat di Diskoperindag Kabupaten Serang, pada Selasa (2/11/2021).

Baca juga: Disperindag Kabupaten Tangerang Ungkap Alasan di Balik Naiknya Harga Minyak Goreng

Naiknya harga minyak itu membuat para
pedagang dan pembeli mengeluhkan kenaikan harga minyak kemasan dan curah.

Pihak pemerintah daerah akan terus mengawasi agar kenaikan tersebut tidak menimbulkan efek yang tidak baik bagi masyarakat.

"Untuk penurunan harga, kami tidak bisa mengarahkan pedagang karena memang kenaikan harga sudah terjadi dari pusat," katanya.

Hanya saja, dia memastikan untuk stok minyak goreng kemasan di Kabupaten Serang aman serta tidak terjadi kelangkaan.

Baca juga: Kisah Penyandang Tunanetra Bekerja di Disperindag Cilegon, Tetap Rajin Meski Dalam Keterbatasan

Sebelumnya, pedagang gorengan di Kabupaten Serang, Banten mengeluhkan kenaikan harga minyak goreng baru-baru ini.

Seperti diungkapkan Arjun (27), pedagang gorengan di Pamarayan, yang harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli minyak goreng.

Yang awalnya dijual di kisaran Rp14 ribu per liter kini ia terpaksa harus membeli minyak goreng seharga Rp 19 rebu.

"Saya biasanya belanja ke grosir itu perliternya sekitar Rp 14 ribu, sekarang mah seliter tuh nyampe Rp 19 ribu," katanya saat ditemui dilapaknya, Senin (1/11/2021).

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved