Breaking News:

Data Guru SMA dan SMK di Tangerang Bocor, Ombudsman: Pihak Bertanggungjawab Dapat Disanksi

Asisten Muda Ombudsman Perwakilan Provinsi Banten, Harri Widiarsa, menilai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten tidak kompeten.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
CSO
Ilustrasi hacker 

TRIBUNBANTEN.COM - Asisten Muda Ombudsman Perwakilan Provinsi Banten, Harri Widiarsa, menilai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten tidak kompeten.

Pernyataan itu disampaikan terkait beredar di internet data guru berstatus aparatur sipil negara (ASN) di Tangerang.

“Kami dari Ombudsman menilai dindik secara kelembagaan kurang kompeten," ujarnya kepada TribunBanten.com saat dihubungi, Minggu (7/11/2021).

Baca juga: Data Guru SMA dan SMK di Tangerang Bocor, Dindikbud Banten Lakukan Koordinasi dengan Polda Banten

Menurut dia, pengelolaan data kepegawaian seharusnya dilakukan oleh pegawai berkompeten.

Dia menilai kurang kompeten dapat dilihat dari bagaimana proses rekrutmen pegawai honorer itu karena kedekatan atau memang kompetensi.

Sehingga, kata dia, perlu restrukturisasi di dalam kepegawaian Dindikbud Banten.

Seharusnya, kata Harri, pengelolaan dan pengaturan data guru.

Itu dipegang oleh SDM yang sudah memahami dan terbiasa dengan prosedur penggunaan teknologi informasi.

Sehingga tidak ada istilah tidak sengaja dan petugas tersebut tahu aturan hukumnya.

Maka petugas, kata dia, tidak akan sembarangan mengupload data pribadi jika memang disengaja.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved