Breaking News:

4 Pegawai BPN Lebak dan 1 Kades Kena OTT Polda Banten, Ruang Kepala Kantor Disegel

Empat oknum pegawai Kantor Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR BPN) dan 1 oknum kepala desa di Lebak terjaring OTT oleh Polda Banten

Editor: Yudhi Maulana A
dok. BidHumas Polda Banten
Tim Ditreskrimsus Polda Banten melakukan penggeledahan di kantor ATR/BPN Kabupaten Lebak setelah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) 4 oknum pegawai dan 1 kades 

TRIBUNBANTEN.COM - Empat oknum pegawai Kantor Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR BPN) dan 1 oknum kepala desa di Lebak terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Polda Banten pada Jumat (12/11/2021) malam.

Penyidik Ditreskrimsus Polda Banten lantas melakukan pemeriksaan terhadap 8 orang saksi, di antaranya pihak yang merasa dirugikan dan pihak terkait dalam pengurusan sertifikat hak milik (SHM).

"Selain itu, 5 orang yang telah diamankan pada Jumat lalu juga telah diperiksa oleh penyidik,” kata Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga dalam keterangan pers yang diterima TribunBanten.com, Minggu (14/11/2021).

Kemudian, penyidik juga telah menyita 3 amplop berisi uang senilai Rp36 juta, uang ini diketahui merupakan bagian dari total uang yang diminta kepada korban untuk pengurusan sertifikat tanah.

“Ditemukan 3 amplop berisi uang Rp 36 juta dalam OTT, diketahui uang tersebut merupakan bagian dari sejumlah uang yang diminta tersangka,” kata Dirreskrimsus Polda Banten, KBP Dedi Prasetyo.

Penyidik Ditreskrimsus juga melakukan penyitaan terhadap beberapa unit handphone, DVR CCTV dan beberapa berkas pengajuan pengukuran tanah, bahkan beberapa ruang kerja di Kantor BPN Lebak juga disegel dengan police line untuk kepentingan penyidikan.

Baca juga: KPK: Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Formula E Bisa Dihentikan Jika Tak Temui Unsur Pidana

"Benar, ruang Kepala Kantor BPN dan ruang kerja lainnya untuk sementara waktu kami police line, guna pendalaman penyidikan,” kata Dedi.

Berdasarkan fakta-fakta hukum yang telah ditemukan, penyidik kemudian melakukan gelar perkara dan menetapkan 2 tersangka yaitu RY (50) dan PR (41), keduanya sebagai staf pada Kantor BPN Lebak.

"Berdasarkan hasil gelar perkara,  penyidik Ditreskrimsus Polda Banten telah menetapkan 2 tersangka yang bekerja sebagai staf kantor BPN Lebak," kata Shinto Silitonga.

Praktik pungutan liar dan koruptif seperti yang diungkap Ditreskrimsus tersebut memang sudah sangat meresahkan masyarakat.

Eks Kepala Cabang BKI Cilegon Jadi Tersangka Korupsi Proyek Fiktif, Uangnya untuk Entertainment

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved