Breaking News:

News

Update Biaya Umrah Terbaru 2021 untuk Indonesia, Diprediksi Bakal Naik Sekitar Rp 35 Juta

Berikut update terbaru tentang biaya umrah 2021 selama pandemi Covid-19 yang akan segera mulai dibuka lagi.

Kementerian Media Saudi/AFP
Sebuah gambar selebaran yang disediakan oleh Kementerian Media Saudi pada 31 Juli 2020 menunjukkan para jamaah yang berkeliling di sekitar Ka'bah, tempat suci paling suci di Masjidil Haram di kota suci Saudi, Mekah. Jemaah haji Muslim berkumpul hari ini di Gunung Arafat Arab Saudi untuk klimaks haji tahun ini, yang terkecil di zaman modern dan kontras dengan kerumunan besar tahun-tahun sebelumnya. 

TRIBUNBANTEN.COM - Berikut update terbaru tentang biaya umrah 2021 selama pandemi Covid-19 yang akan segera mulai dibuka lagi.

Melansir Kontan, pemerintah Indonesia dan Arab Saudi tengah dalam pembahasan tahap akhir mengenai prosedur serta persyaratan kesehatan untuk mengikuti umrah.

Hal tersebut termasuk komponen biaya umrah 2021 yang akan dibebankan kepada calon jemaah.  

 Sejauh ini, Indonesia menjadi salah satu negara berstatus ditangguhkan untuk melakukan perjalanan langsung ke Arab Saudi di tengah angka kasus Covid-19 dan kematian yang masih tinggi. 

Asosiasi penyelenggara umrah dan haji memperkirakan kebijakan Arab Saudi akan mengerek biaya umrah 2021 dua kali lipat.

Biaya umrah 2021 ini sangat tergantung dari hasil lobi Pemerintah Indonesia. 

Baca juga: Masih Pandemi Covid-19, Kemenag Upayakan Agar Biaya Ibadah Umrah Bisa di Bawah Rp 26 Juta

Pemerintah Arab Saudi sudah menerima permintaan umrah bagi seluruh dunia.

Pemerintah Riyadh mengatakan akan meningkatkan kapasitas umroh hingga 2 juta per bulan dari sebelumnya hanya 60.000 kunjungan per bulan.  

Dalam keterangan lain yang diterima Kementerian Agama, ketentuan calon jemaah umrah sembilan negara yaitu India, Pakistan, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, Lebanon, termasuk Indonesia harus menjalani karantina 14 hari di negara ketiga sebelum tiba di Arab Saudi. 

Selain itu, Arab Saudi hanya menerima jemaah yang sudah mendapat vaksin Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Johnson&Johnson. 

Bagi jemaah yang sudah memperoleh vaksin dari China diwajibkan mendapat suntikan booster satu dosis dari Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau Johnson&Johnson.

Vaksin Sinovac yang paling dominan yang didapat masyarakat Indonesia. 

Dikutip dari Kontan, CEO sekaligus Co-Founder Umroh.com, Ridho Irawan menilai rencana dibukanya kembali umrah untuk jamaah asal Indonesia ini bukan pertama kalinya.  

Baca juga: Penyelenggara Perkirakan Umrah Dibuka Pertengahan November, Kloter Pertama Pemilik Travel Agent

Sebab pada Agustus 2020 lalu umrah sempat dibuka, namun harus ditutup lagi lantaran adanya varian virus Covid-19 baru. 

Halaman
123
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved