Buruh Unras Tuntut Kenaikan Upah Minimum 26 November, Peserta Aksi dari Tangerang hingga Cilegon
Elemen buruh akan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pusat Pemerintahan Propinsi (KP3B) Banten, pada Jumat (26/11/2021).
TRIBUNBANTEN.COM - Elemen buruh akan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pusat Pemerintahan Propinsi (KP3B) Banten, pada Jumat (26/11/2021).
Massa aksi diperkirakan akan mengalir dari Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang dan Kota Cilegon.
Untuk mengamankan aksi unjuk rasa itu, Polda Banten telah menggelar rapat guna menyusun rencana pengamanan (Renpam) untuk mengamankan aksi unjuk rasa memperjuangkan kenaikan upah minimum bagi kelompok buruh.
Baca juga: 2 Calon Bertarung Berebut Posisi Ketua KONI Banten: Ada Eks Wali Kota Cilegon Edi Ariadi
Kapolda Banten, Irjen Rudy Heriyanto, menekankan enam hal
Pertama, perlu diformulakan Renpam yang komprehensif dan adaptif dengan potensi masalah yang dapat terjadi saat pelayanan aksi unjuk rasa.
Termasuk kontijensi yang dapat mengakibatkan gangguan keamanan seperti blokade jalan tol, sweeping massa ke kawasan pabrik, aksi anakris, dan kontijensi lainnya.
“Renpam harus menjadi dasar bagi personel dalam mengelola potensi masalah ketika melayani aksi unjuk rasa,” kata Rudy, dalam keterangan yang diterima, pada Kamis (25/11/2021).
Kedua, Rudy memerintahkan dengan tegas agar personel pengamanan tidak membawa senjata api dan senantiasa melakukan pelayanan yang humanis.
Seperti membagi masker dan minuman kepada massa aksi, mengatur lalu lintas bagi pengendara jalan lainnya, memungut sampah, berkomunikasi aktif dengan massa aksi, dan pelayanan humanis lainnya.
“Hindari bentrok polisi dengan buruh, polisi harus bersabar, jangan over reaksi terhadap aksi demo buruh yang dilayani,” tegas Rudy.
Baca juga: Gelar Sekolah Lapang Iklim untuk Petani, Upaya Distan Provinsi Banten Antisipasi Dampak La Nina
Berikutnya, Kapolda Banten memerintahkan para Pejabat Utama untuk turun ke lapangan dan memberi motivasi kepada personel pengamanan.
Bahkan juga dapat memainkan peran sebagai problem solver atas permasalahan yang terjadi dalam dinamika pelayanan aksi unjuk rasa.
Provost juga diturunkan untuk meyakinkan bahwa pengamanan dapat terlaksana sesuai standar operasional prosedur (SOP) nya.
“PJU dan provost Polda Banten diturunkan ke lapangan untuk meyakinkan SOP berjalan dan memotivasi personel dalam pengamananan,” kata Rudy.
Keempat, konsep sadar kamera sebagaimana yang telah diimplementasikan dalam pelayanan aksi demonstrasi sebelumnya juga menjadi perhatian Kapolda Banten untuk direalisasikan dalam pengamanan aksi unjuk rasa buruh pada besok Jumat (26/11).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ribuan-buruh-yang-tergabung-dalam-beberapa-serikat-buruh.jpg)