Catatan BPBD: Kabupaten Lebak dan Pandeglang Kerap Dilanda Banjir & Tanah Longsor Sepanjang 2021
Selama tahun 2021 mulai dari Januari hingga November, telah terjadi sejumlah bencana alam di Provinsi Banten.
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Selama tahun 2021 mulai dari Januari hingga November, telah terjadi sejumlah bencana alam di Provinsi Banten.
"Bencana yang sering terjadi yaitu banjir, longsor dan angin puting beliung," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten Nana Suryana, saat ditemui di Pendopo Gubernur Banten, pada Selasa (30/11/2021).
Baca juga: Dampak Cuaca Ekstrem di Kabupaten Serang: Rumah Warga Ambruk, 3 Kampung dan 2 Desa Terendam Banjir
Dia mengungkapkan, wilayah Lebak dan Pandeglang kerap dilanda banjir dan tanah longsor.
Berdasarkan kejadian itu, pihaknya fokus untuk menanggulangi bencana tersebut.
"Kalau banjir sebetulnya hampir merata di semua Kabupaten/Kota, tetapi intensitasnya dan penyebab serta dampaknya berbeda. Cuma yang intensitasnya paling tinggi itu di Lebak dan Pandeglang," ujarnya.
Sementara di Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang hanya terjadi genangan air.
Selain itu di beberapa wilayah juga ada yang mengalami kemarau.
Kemudian ada juga angin puting beliung yang terjadi dibeberapa lokasi hingga terjadinya pohon tumbang.
"Makanya jangan sampai menunggu pohon tumbang, kalau bisa dipangkas atau ditebang," kata dia.
Kemudian akibat dari bencana yang sering terjadi beberapa wilayah mengalami kerusakan secara materil.
Baca juga: Banjir di Desa Batu Kuwung & Citasuk Serang Surut, BPBD : Waspada Hujan Sedang Akhir November 2021
Untuk sementara berdasarkan data dari Kabupaten/Kota, kata dia, kerusakan infrastruktur tidak begitu signifikan.
Namun jika mengenai data rumah yang roboh dan sebagainya.
Menurutnya hal itu dikarenakan struktur bangunannya itu sendiri yang memang sudah rapuh.
"Sehingga ketika ada hujan dan banjir maka itu akan roboh dengan sendirinya,"
Untuk itu Nana mengimbau kepada masyarakat agar tetap wapada terhadap potensi terjadi bencana alam.
"Tetap meningkatkan kewaspadaan itu penting, bukan kita melawan bencana. Tapi paling tidak ketika ada bencana masyarakat sudah bisa mengevakuasi secara mandiri," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/foto-kepala-pelaksana-bpbd-provinsi-banten-nana-suryana.jpg)