Karangantu Paling Terdampak, Kenapa Banjir Rob Bisa Terjadi? Ini Penjelasan BMKG Kelas I Serang
Sejauh ini, wilayah Banten masih terbilang kondusif jika dibandingkan Jakarta dan Jawa Tengah.
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Agung Yulianto Wibowo
Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Seluruh wilayah di Banten masuk musim penghujan.
Trian, prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Serang, mengatakan akhir-akhir ini terjadi banjir rob di wilayah Banten.
Beberapa wilayah itu di antaranya Anyer dan Karangantu.
Menurut Trian, wilayah yang paling terdampak banjir rob adalah Karangantu.
"Parah atau tidaknya saya kurang tahu, cuma informasi dari masyarakat yang rutin terjadi itu di Karangantu, Kasemen," kata Trian di ruang kerjanya, Selasa (7/12/2021).
Baca juga: Fenomena Banjir Rob, Waspadai Gelombang Setinggi 4 Meter di Perairan Selatan Banten
Fenomena banjir rob karena adanya air pasang maksimum dan surut minimum.
"Kenapa bisa terjadi? Karena saat ini memasuki musim periode pasang dan surut," ujarnya.
Adapun penyebab lain adalah curah hujan.
Kenaikan curah hujan secara otomatis akan menaikkan volume air.
Selanjutnya adalah angin dan gelombang.
"Kalau angin dan gelombangnya meningkat, apalagi mengarah ke pesisir. Otomatis dorongan air laut itu kuat," kata Trian.
Baca juga: Terkena Banjir Rob Malam Ini, Warga Desa Sidamukti Pandeglang Mengungsi ke Masjid
Jika dibandingkan hari biasa, banjir rob tidak separah saat memasuki musim penghujan.
"Kalau sekarang ini hujan turun berturut-turut," ucapnya.
Sejauh ini, wilayah Banten masih terbilang kondusif jika dibandingkan Jakarta dan Jawa Tengah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/banjir-rob-meluap-di-kampung-karang-mulya-kota-serang-pada-sabtu-4122021.jpg)