[Cek Fakta] Hoaks Air Laut di Pantai Merak Banten Surut

Kasi Data dan Stasiun Meteorologi pada BMKG Serang Banten Tarjono menegaskan telah terjadi informasi hoaks yang beredar di masyarakat.

Editor: Glery Lazuardi

TRIBUNBANTEN.COM - Kasi Data dan Stasiun Meteorologi pada BMKG Serang Banten Tarjono menegaskan telah terjadi informasi hoaks yang beredar di masyarakat.

Informasi hoaks itu soal video di media sosial, di mana air laut di Pantai Merak, Banten surut pada Senin malam (6/12/2021).

"Hoaks. Saya semalam sampai tadi siang nginep di Anyer, gelombang masih tetap tinggi," ujarnya kepada Kompas.com (Group TribunBanten.com), pada Selasa (7/12/2021).

Baca juga: Informasi Potensi Tsunami Bikin Heboh Masyarakat Anyer dan Cinangka, Bupati Minta Alat Pendeteksi

Sebelumnya, telah beredar Video yang menyebut bahwa air laut di pantai Merak, Banten surut pada Senin (6/12/2021) adalah akun ini dan ini.

Menurut keterangan di video, kejadiannya adalah Senin (6/12/2021), disebutkan dalam narasi salah satu akun: "Pantai merak malam ini (6 Desember 2021)".

Video memperlihatkan gambar kapal berwarna putih.

Terdapat beberapa orang di sekitar pantai yang berkerumun. Gambar tidak terlalu jelas karena diambil pada malam hari.

"Dilaporkan Pantai Merak ini tiba-tiba surut! Waduh, yang piket jangan tidur! Perahu pada kandas! Ada apa ini?," ujar pria dalam video tersebut.

Sementara itu arsip unggahan tersebut bisa dilihat di sini dan sini.

Terkait pernyataan Kepala BMKG tentang adanya potensi terjadinya tsunami setinggi 8 meter di Selat Sunda, pihak BPBD Provinsi Banten angkat bicara.

Kepala BPBD Provinsi Banten, Nana Suryana mengatakan bahwa potensi tsunami memang ada, namun tak bisa diprediksi kapan terjadinya.

Sehingga ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan tidak panik.

"Masyarakat tetap harus waspada akan tetapi tidak harus panik. Itu kan prediksi terburuk jika terjadi tsunami,"   ujar Nana kepada TribunBanten.com saat dihubungi, Jumat (3/12/2021).

Nana menyampaikan bahwa pernyataan dari BMKG, itu hanya prediksi sebagai bentuk kewaspadaan bagi masyarakat.

Sehingga masyatakat tidak perlu cemas atau pun panik mendengar kabar tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved