Breaking News:

Semua Layanan Rawat Inap Bakal Jadi Kelas Standar Sebentar Lagi? Apa Kata BPJS Kesehatan?

Hanya ada perbedaan fasilitas medis bagi peserta penerima bantuan iuran (PBI) dan non-PBI.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas melayani pelanggan di kantor BPJS Kesehatan di Jakarta, Rabu (1/7/2020). Pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan mulai 1 Juli 2020 seperti digariskan dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan dengan rincian peserta mandiri kelas I naik menjadi Rp 150.000, kelas II menjadi Rp 100.000, dan kelas III menjadi Rp 42.000 (dengan subsidi Rp 16.500 sehingga menjadi Rp 25.500). 

TRIBUNBANTEN.COM - "Kata siapa dihapus? Apa sudah ada aturan mainnya?" kata Humas BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma'aruf kepada Kompas.com, Senin (13/12/2021).

Menurut dia, pelayanan masih seperti sedia kala, belum ada yang berubah.

Kelas rawat inap di rumah sakit untuk peserta BPJS Kesehatan tetap ada seperti selama ini.

Hanya ada perbedaan fasilitas medis bagi peserta penerima bantuan iuran (PBI) dan non-PBI.

Hal ini sesuai Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Baca juga: Penjelasan Lengkap BPJS Kesehatan Hapus Kelas Layanannya di Tahun 2022

Adapun non-PBI terdiri atas pekerja penerima upah (PPU) dan pekerja bukan penerima upah (PBPU).

Menurut Iqbal, Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) sedang merancang skema iuran bagi peserta PBI dan non-PBI terkait perbedaan fasilitas medis tersebut.

"(Soal penyesuaian iuran peserta BPJS Kesehatan) masih disusun oleh DJSN," ucap Iqbal.

Sebelumnya dikabarkan BPJS Kesehatan berencana untuk mengubah penerapan kelas pelayanan di fasilitas kesehatan.

Perubahan itu dari yang selama ini terbagi menjadi kelas 1, 2, dan 3 menjadi “kelas standar” atau kelas tunggal.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved