Virus Corona
Total 3 Kasus Varian Omicron di Indonesia, Begini Kondisi Pasien di Wisma Atlet
Orang dengan vaksinasi dosis lengkap akan lebih kuat menghadapi COVID-19 varian Omicron.
Pengendalian mobilitas antara lain dengan memastikan bahwa semua yang ingin bepergian dan berusia di atas 12 tahun, telah mendapat vaksinasi dosis lengkap dan menunjukkan hasil negatif tes antigen.
Bagi yang berusia di bawah 12 tahun, wajib menunjukkan hasil negatif PCR.
Adapun bagi yang berusia di atas 12 tahun dan belum divaksinasi lengkap, harus menunjukkan hasil negatif PCR dan keterangan dari rumah sakit yang menjelaskan alasan belum bisa mendapat vaksinasi lengkap.
Sementara itu, Direktur Tata Kelola Kemitraan Komunikasi Publik Kemkominfo Hasyim Gautama mengatakan, kebijakan-kebijakan pengendalian COVID-19 perlu terus disebarkan kepada berbagai lapisan masyarakat.
Hal itu untuk memastikan masyarakat menerima informasi lengkap soal penanganan COVID-19, senantiasa disiplin menerapkan protokol kesehatan ketat, dan aktif ikut mengendalikan pandemi ini.
“Kedisiplinan salah satu kunci menghadapi pandemi,” lanjutnya lagi.
Kini, penanganan COVID-19 di Indonesia semakin terkendali.
Ini terlihat dari jumlah kasus yang di bawah 2.000 per hari.
Menurut standar WHO, Indonesia perlu menjadi kasus baru harian di bawah 2.700 agar pandemi bisa terkendali.
Baca juga: Kasus Covid-19 Varian Omicron di Indonesia Bertambah 2 Orang, Riwayat Perjalanan dari AS & Inggris
Sementara Ketua Umum PP IPPNU Nurul Hidayatul Ummah mengatakan, anak muda seperti kader IPPNU perlu aktif mengomunikasikan strategi penanganan COVID-19 agar tidak semakin merebak.
“Harus ada usaha preventif, usaha menanggulangi agar bencana ini tidak semakin menyebar secara tidak terkendali. Anak muda yg baik harus bisa memberikan edukasi positif agar wabah ini tidak menyebar. Kalau COVID tidak selesai, akan menghambat berbagai pertumbuhan ekonomi, sosial, anak muda,” menurutnya.
Ketua 1 PP IPPNU Nurul Hidayati mengatakan, pandemi berdampak pada 60 juta pelajar dan mahasiswa.
Sebab, sekolah hingga perguruan tinggi ditutup.
“Penutupan sekolah berisiko meningkatkan praktik berbahaya di kalangan remaja.”
Karena itu, sebagai pelajar dan anak muda, kader IPPNU aktif terlibat menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan ketat.
Kader-kader IPPNU membuat berbagai materi di media sosial maupun sarana komunikasi lain untuk menyosialisasikan cara-cara pengendalian pandemi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/wisma-atlet-di-kemayoran-1.jpg)