Breaking News:

News

Tak Sanggup Bayar Puluhan Juta untuk Karantina, Para Penumpang di Bandara Soetta Terluntang-lantung

Beredar video yang memperlihatkan banyak penumpang di Bandara Soekarno-Hatta terluntang-lantung di Terminal 3 viral di sosial media.

Istimewa
Tangkapan gambar rekaman video yang menunjukan penumpang terlantar di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. 

TRIBUNBANTEN.COM - Beredar video yang memperlihatkan banyak penumpang di Bandara Soekarno-Hatta terluntang-lantung di Terminal 3 viral di sosial media.

Melansir Tribun Tangerang, dalam video tersebut terdapat suara seorang wanita mengungkapkan, biaya sewa hotel untuk karantina dengan harga cukup besar yakni Rp19 juta per orang.

"Ini benar-benar pemerintah Indonesia penyiksaan terhadap rakyatnya, mau di hotel satu orangnya Rp19 juta, kalau 22 orang berapa duit (harganya) ratusan juta, mending kita menderita kaya pepes, orang pada tidur sambil berdiri," kata seorang wanita pada video tersebut.

"Ini Tenaga Kerja Wanita (TKW) sebagian, yang turis kaya kita hanya sebagian kecil, dan kita punya hak atas wisma atlet juga. Banyak calo-calo yang membujuk kita supaya di hotel, bener-bener mafianya luar biasa," sambungnya.

Menanggapi video viral tersebut, pihak Satgas Covid-19 Udara Bandara Soekarno-Hatta angkat suara.

Komandan Satgas Covid-19 Udara Bandara Soekarno-Hatta, Letkol Agus Listiyono mengatakan, harga sewa hotel untuk tempat karantina sebesar Rp19 juta tersebut merupakan harga hotel bintang 5.

Baca juga: 1.582 WNA China Masuk ke Indonesia dari Bandara Soetta Jelang Nataru, Ini Data Lengkap dari Imigrasi

Menurutnya, para pengunjung yang ingin karantina disarankan untuk menggunakan hotel bintang dua.

Tangkapan gambar rekaman video yang menunjukan penumpang terlantar di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.
Tangkapan gambar rekaman video yang menunjukan penumpang terlantar di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. (Istimewa)

Selain itu, harga hotel untuk tempat karantina umumnya adalah paket selama 10 hari menjalani karantina.

Harga paket yang dimaksud ialah sudah termasuk dengan biaya sewa hotel, fasilitas tes Swab PCR yang ditangani oleh tenaga kesehatan (nakes), biaya keamanan, hingga biaya akomodasi transport penumpang itu sendiri.

 
"Kalau dibilang hotel mahal Rp19 juta, ya kamu jangan (menanyakan) yang bintang lima, karena sekarang itu ada hotel bintang dua dan harganya itu pun paket selama 10 hari, bukan per hari," ujar Letkol Agus Listiyono saat dikonfirmasi awak media, Senin (20/12/2021).

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved