Jelang Pemberangkatan Umrah, 25 Orang Tim Advance Mitigasi Berangkat ke Arab Saudi, Ini Tujuannya

Jelang pemberangkatan jemaah umrah Indonesia, 25 orang Tim Advance Mitigasi akan berangkat ke Arab Saudi, pada Kamis (23/12/2021).

Editor: Glery Lazuardi
Kementerian Media Saudi/AFP
Sebuah gambar selebaran yang disediakan oleh Kementerian Media Saudi pada 31 Juli 2020 menunjukkan para jamaah yang berkeliling di sekitar Ka'bah, tempat suci paling suci di Masjidil Haram di kota suci Saudi, Mekah. Jemaah haji Muslim berkumpul hari ini di Gunung Arafat Arab Saudi untuk klimaks haji tahun ini, yang terkecil di zaman modern dan kontras dengan kerumunan besar tahun-tahun sebelumnya. 

TRIBUNBANTEN.COM - Jelang pemberangkatan jemaah umrah Indonesia, 25 orang Tim Advance Mitigasi akan berangkat ke Arab Saudi, pada Kamis (23/12/2021).

Upaya memberangkatkan Tim Advance Mitigasi itu untuk menguji coba dan mempelajari secara langsung bagaimana pelaksanaan umrah, termasuk aturan dan protokol kesehatan yang diberlakukan Pemerintah Arab Saudi di masa pandemi Covid-19.

Baca juga: Gara-gara Omicron, Pemberangkatan Jemaah Umrah Indonesia Ditunda sampai 2 Januari 2022

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPP AMPHURI) Firman M Nur mengatakan para pimpinan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) akan segera dijadwalkan jika keberangkatan tim ini berhasil.

Sebelumnya, keberangkatan para pimpinan PPIU ditunda karena kebijakan pemerintah Indonesia.

“Baru setelah itu kami akan bisa memberangkatkan jemaah umrah di awal tahun nanti,” ujar Firman dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas TV, Kamis.

Untuk diketahui, 25 orang yang tergabung dalam Tim Advance Mitigasi Sistem Umrah ini terdiri dari lintas asosiasi penyelenggara umrah.

Lima orang di antaranya berasal dari AMPHURI, yakni Wakil Ketua Umum Azhar Ghazali, Wakil Sekretaris Jenderal Rizky Sembada, Ketua Bidang Haji Ismail Adhan, Wakil Ketua Bidang Hubungan antar Lembaga Syaiful Bahri dan Ketua Koperasi Amphuri Bangkit Melayani Amaluddin Wahab.

Wakil Ketua AMPHURI Azhar Ghazali yang mengetuai tim ini mengatakan bahwa timnya akan memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku, termasuk soal karantina.

Mereka melakukan karantina dan skrining kesehatan terlebih dahulu di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. Setelah sampai di Arab Saudi, mereka juga akan menjalani karantina selama tiga hari di Jeddah.

“Setelah itu, kami akan berangkat ke Madinah dan selanjutnya ke Mekkah. Tim direncanakan kembali ke Tanah Air pada tanggal 1 Januari 2022,” jelas Azhar.

Baca juga: Antisipasi Virus Omicron, Pemberangkatan Umrah dalam Waktu Dekat Ditunda, Ini Penjelasan Kemenag

Azhar menegaskan bahwa keberangkatan timnya ini tidak mengatasnamakan sebagai jemaah, melainkan sebagai perwakilan Indonesia untuk menguji coba pelaksanaan umrah di masa pandemi.

“Kami mengemban misi sebagai duta bangsa yang akan menguji coba sistem link teknis aplikasi pelaksanaan umrah kedua negara yaitu Siskopatuh dan PeduliLindungi untuk Indonesia, serta Tawakalna untuk Saudi Arabia,” terangnya.

Kementerian Agama (Kemenag) menunda keberangkatan jemaah umrah yang rencananya berlangsung pada 23 Desember 2021.

Penundaan ini hasil dari imbauan Presiden Joko Widodo agar warga dan pejabat negara tidak bepergian ke luar negeri sementara waktu.

Imbauan presiden tersebut menyusul pengumuman Menteri Kesehatan atas munculnya kasus pertama infeksi virus corona varian Omicron di tanah air.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved