Breaking News:

Ada yang Ingin Prabowo-Jokowi Duet di Pilpres 2024, Pakar: Enggak Boleh Terjadi Itu, Tak Elok

Ada yang Ingin Prabowo-Jokowi Duet di Pilpres 2024, Pakar: Enggak Boleh Terjadi Itu, Tak Elok

Editor: Ahmad Haris
Instagram @pramonoanungw
Prabowo Subianto dan Jokowi 

TRIBUNBANTEN.COMPrabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi) dideklarasikan menjadi pasangan capres-cawapres, untuk maju pada Pilpres 2024.

Adalah Sekretariat Bersama (Sekber) Prabowo-Jokowi yang mendeklarasikan Menteri Pertahanan RI dan Presiden RI saat ini, untuk diduetkan pada gelaran Pilpres 2024 mendatang.

Sontak hal itu mengejutkan banyak pihak. 

Baca juga: Pemilu 2024 Diusulkan Ditunda, Jokowi Tetap Harus Mundur Diganti Prabowo Subianto-Tito

Menanggapi hal itu, Pakar Hukum Tata Negara dan Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas, Feri Amsari buka suara.

Dalam setiap hidup berkonstitusi, ada yang namanya budaya berkonstitusi.

Sehingga, menurut Feri, tidak elok kiranya Presiden Joko Widodo terjebak hasutan pendukungnya yang menikmati kuasa.

Dengan kemudian meminta presiden memperpanjang masa jabatan atau menjadi wakil Prabowo Subianto.

"Presiden itu tanggung jawab seumur hidup hanya saja masa jabatannya dibatasi 2 periode (10 tahun)."

"Setiap yang habis periode dalam budaya berkonstitusi tetap dipanggil presiden," kata Feri saat dihubungi Tribunnews, Sabtu (15/1/2022) .

Feri pun tak bisa membayangkan, jika seseorang yang sebelumnya dipanggil Presiden, malah berminat menjadi calon wakil presiden.

Baca juga: Update Dampak Gempa 6,6 Magnitudo: 1.378 Rumah di Banten Rusak, 278 Dinyatakan Rusak Berat

Terlebih, menjadi Cawapres dari orang yang pernah dikalahkannya dua kali berturut-turut dalam Pilpres.

"Tidak elok dan tidak etis jika presiden maju jadi wakil (presiden)."

"Ibarat sudah jadi jenderal tapi tiba-tiba berminat jadi kopral," kata Feri.

"Enggak boleh terjadi itu," tutup Feri.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com, dengan judul "Sekber Prabowo-Jokowi Deklarasi untuk Pilpres 2024, Pakar: Tak Elok, Enggak Boleh Terjadi Itu"

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved