Breaking News:

Berstatus Level II atau Waspada, Ini Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau, Terlihat Asap Putih

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dinyatakan berstatus Level II atau Waspada.

Tribunnews/Jeprima
Anggota TNI saat melakukan pemantauan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dari KRI Torani 860 di perairan Selat Sunda, Banten, Kamis (27/12/2018). Petugas pos pengamatan Gunung Anak Krakatau mencatat ada sembilan kali letusan dalam satu menit, jumlah ini menurun dibandingkan hari sebelumnya yang terjadi letusan 14 kali per menit. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dinyatakan berstatus Level II atau Waspada.

Pengamat Gunung Api Pos Gunung Anak Krakatau, Deny Mardiono, mengatakan terlihat asap putih di kawah Gunung Anak Krakatau.

Asap putih itu berintensitas tipis hingga sedang setinggi 25 meter di atas puncak kawah.

Adapun ombak laut di sekitar Gunung Anak Krakatau terpantau sedang atau tenang.

Baca juga: Pos Pengamatan: Gunung Anak Krakatau Alami Peningkatan Aktivitas, Warga Dilarang Mendekat

"Masih berstatus Waspada," katanya melalui pesan instan, Sabtu (15/1/2022).

Pada periode pengamatan Sabtu 15 Januari 2022 pukul 00.00 sampai pukul 24.00, cuaca cerah, berawan, mendung, dan hujan.

Angin bertiup ke arah tenggara dan selatan dengan suhu udara 26-31 celcius dan kelembapan udara 45-68 persen.

Secara visual gunung terlihat jelas hingga kabut 0-III.

Baca juga: Potensi Risiko Bencana Aktivitas Gunung Anak Krakatau dan Sesar Sunda, BNPB: Bukan Menakut-nakuti

Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 25 meter di atas puncak kawah.

Untuk kegempaan tercatat low frekuensi dengan jumlah 4 kejadian, amplitudo 6 sampai 16 milimeter dengan durasi 50 sampai 70 detik.

Kemudian, tremor menerus atau microtremor terekam dengan amplitudo 0.5 sampai 5 milimeter dengan dominan 1 milimeter.

Baca juga: PVMBG: Gunung Anak Krakatau Berpotensi Membahayakan, Wisatawan Dilarang Mendekat

"Masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 kilometer dari kawah. Dengan kondisi Level II saat ini," ucapnya.

Deny mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan isu yang belum jelas kebenarannya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved