Gempa Banten
Tambah Banyak, 2.449 Rumah Rusak Akibat Gempa Banten 6,6 Magnitudo
Tambah Banyak, BPBD Banten ungkap ada 2.449 Rumah Rusak Akibat Gempa Banten 6,6 Magnitudo
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Ahmad Haris
Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mengungkap, dampak dari Gempa 6,6 Magnitudo kini bertambah.
Sampai dengan Minggu (16/1/2022) petang, ada sebanyak 2.449 rumah rusak.
Kerusakan rumah itu tidak hanya terjadi di tiga kabupaten, Lebak, Pandeglang, dan Serang saja.
Tetapi merambah ke wilayah Kabupaten Tangerang.
Baca juga: Di Lokasi Gempa, Kapolda Banten Hampiri dan Berikan Uang Anak yang Mengenakan Sarung Habis Disunat
Hal itu dibenarkan oleh Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Banten, Nana Suryana.
"Untuk jumlah rumah yang rusak berdasarkan pendataanya sampai petang tadi mencapai 2.449 rumah," ujar Nana menurut keterangan resmi yang diterima TribunBanten.com, Minggu (16/1/2022).
Dari jumlah tersebut sebanyak 1.587 rumah dinyatakan rusak ringan, 488 rusak sedang dan 374 rumah rusak berat.
Dari keempat wilayah yang mengalami dampak dari gempa tersebut.
Tersebar di 54 Kecamatan dan 209 Desa/Kelurahan.
Namun dari data tersebut, dinyatakan bahwa saat ini sudah tidak ada pengungsi pada area terdampak tersebut.
"Masyarakat yang rumahnya terkena dampak numpang di rumah sanak saudaranya, yang tidak terkena dampak," katanya.
Di samping itu, Nana juga menyampaikan bahwa dampak dari gempa tersebut.
Bukan hanya rumah, namun beberapa gedung seperti sekolah dan lain sebagainya ikut mengalami kerusakan.
Sebanyak 44 unit sekolah, 14 Puskesmas, 9 sarana ibadah, 4 kantor pemerintahan dan 3 tempat usaha mengalami kerusakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/rumah-ambruk-di-pandeglang-karena-gempa-bumi.jpg)