Ketakutan dan Berkaca-kaca saat Diselamatkan, Ini Potret Korban yang Dipenjara oleh Bupati Langkat
Ketakutan dan Berkaca-kaca saat Diselamatkan, Ini Potret Korban yang Dipenjara oleh Bupati Langkat
TRIBUNBANTEN.COM - Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin tidak hanya membuat heboh publik karena tidak terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK.
Salah satu bupati terkaya di Indonesia pada 2021 itu juga diduga melakukan kejahatan lain, berupa perbudakan terhadap puluhan manusia.
Tak hanya diperbudak, puluhan orang itu juga ditahan dan disiksa di penjara pribadi yang berada di belakang rumahnya.
Dari foto yang beredar, tampak wajah seorang korban mengalami lebam di sekitar mata dan wajah.
Baca juga: Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat, Diduga Telah Berlangsung Puluhan Tahun
Dugaan itu diungkap oleh Perhimpunan Indonesia untuk Buruh Migran Berdaulat, Migrant Care.
Yang menerima laporan adanya kerangkeng manusia serupa penjara (dengan besi dan gembok) di dalam rumah bupati tersebut.
Migrant Care mengadukan temuan tersebut ke Komnas HAM RI Jakarta pada Senin (24/1/2022).
Pada kesempatan tersebut, ditunjukkan pula sejumlah foto dan video, kondisi para korban yang masih berada dalam kerangkeng.
Dalam foto yang ditunjukkan, tampak wajah seorang korban di dalam kerangkeng mengalami lebam di sekitar mata dan wajah.
Ketika direkam korban tersebut tampak ketakutan dengan mata yang berkaca-kaca.
Jeruji kerangkeng menyerupai penjara tersebut tampak terbuat dari besi kokoh dengan dua gembok terpasang di bagian pintunya.
Di bagian dalamnya, terdapat semacam dipan berukuran sekitar setengah meter.
Lalu di bagian bawah dipan tersebut tampak tikar dan sejumlah korban yang duduk di atasnya.
Sedangkan dinding belakang bagian dalam kerangkeng tersebut tampak tali jemuran tempat para korban menggantung pakaiannya.
Tampak pula sejumlah tikar, botol air mineral, sapu dan semacam lemari kecil di dalam kerangkeng tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/terbit-rencana.jpg)