Kata Puan Maharani soal PTM 100 Persen, Harus Dievaluasi dan Prioritaskan Kesehatan Anak

Ia mengungkapkan kalau banyak indikator yang harus dipertimbangkan agar seluruh kebutuhan dan kepentingan siswa dapat terakomodir.

Tayang:
Editor: Renald
Tribun Tangerang/Andika Panduwinata
Pembelajaran tatap muka perdana di SDN 6 Tangerang, Senin (25/10/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Puan Maharani menanggapi keputusan pemerintah untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

Ketua DPR RI ini mengatakan jika PTM 100 persen harus dievaluasi kembali.

Ia mengungkapkan kalau banyak indikator yang harus dipertimbangkan agar seluruh kebutuhan dan kepentingan siswa dapat terakomodir.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Banten Meningkat, Gubernur WH: PTM di Tangerang Raya Ditiadakan 

Baca juga: Catat! Ada Layanan Pembuatan KTP, KIA, dan KK Gratis di Kota Tangerang

Ketua DPR RI Puan Maharani
Ketua DPR RI Puan Maharani (dok. DPR RI)

Puan juga menyebut jika kenaikan angka positf Covid-19 varian Omicron membuat banyak orang tua khawatir pada kondisi anaknya.

"Kenaikan kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia membuat khawatir orangtua murid terhadap kondisi anaknya karena sekolah telah menjadi klaster penyebaran Covid-19," kata Puan dilansir Kompas.com, Rabu (2/2/2022).

Untuk itu Puan menginginkan evaluasi PTM terutama di daerah yang sudah memberlakukan PTM 100 persen.

Puan berharap evaluasi PTM ini bisa memprioritaskan kesehatan anak.

Selain itu Puan juga menyarankan agar kebutuhan anak dari sisi kognitif juga turut dipertimbangkan.

Karena ia telah banyak menerima aduan dari guru terkait dampak Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada pendidikan anak.

"Karena saya banyak menerima aduan dari guru-guru, bahwa dampak PJJ memang terasa sekali terhadap pendidikan anak. Apakah memungkinkan apabila pelaksanaan PTM menyesuaikan level PPKM daerah masing-masing," ungkapnya.

Ke depannya Puan mendesak pemerintah untuk bisa melibatkan banyak stakeholder dalam evaluasi PTM.

Dengan banyaknya pihak terkait yang terlibat, Puan menilai itu bisa membantu pemerintah adalam melihat kebutuhan siswa.

"Termasuk dengan melibatkan perwakilan orangtua dan guru. Jadi, selain epidemiolog, kita harus meminta masukan dari pihak-pihak yang setiap harinya berinteraksi dengan anak," jelas Puan.

Presiden Jokowi Minta PTM 100 Persen di DKI, Jabar, dan Banten Dievaluasi

Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta adanya evaluasi pembelajaran tatap muka (PTM) di sejumlah daerah menyusul melonjaknya kasus Covid-19 varian Omicron.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved